Dark/Light Mode

Singgah Di Thailand Pasca 286 Hari Berlayar

Kapal Induk AS Dipenuhi Karat

Jumat, 4 September 2026 06:00 WIB
Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln berlayar menuju Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, Rabu (2/9/2026). (Foto: Chalinee Thirasupa/Reuters)
Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln berlayar menuju Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, Rabu (2/9/2026). (Foto: Chalinee Thirasupa/Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln akhirnya berlabuh di Pelabuhan Laem Chabang, Provinsi Chonburi, Thailand, Rabu (2/9/2026). Sekitar 5.000 awak kapal beristirahat di kawasan pantai setelah sembilan bulan di laut demi mendukung operasi militer AS terhadap Iran.

Melansir Associated Press (AP) News, Kamis (3/9/2026), para pelaut dan marinir USS Abraham Lincoln sudah tidak menyentuh daratan selama lebih dari 286 hari. Sejumlah kru dikabarkan mengalami depresi dan kekurangan bahan makanan. Namun, Angkatan Laut AS menepis isu terkait masalah tersebut.

Bahkan, Presiden AS Donald Trump sempat berkomentar kalau masa tugas para kru di kapal tersebut belum terlalu lama. “Sama sekali belum cukup lama,” kata Trump, mengutip AP News.

Kedatangan kapal induk sepanjang tiga lapangan sepak bola ini juga didampingi oleh kapal destroyer USS Frank E. Petersen Jr. dan kapal penjelajah peluru kendali USS Robert Smalls.

Baca juga : Harry-Meghan Kembali ke Inggris, Trump: Baguslah, Saya Bukan Fans Mereka

Kedutaan Besar AS di Bangkok menyatakan, kapal induk tersebut telah bertugas selama total 286 hari sejak November 2025. Thailand menjadi pelabuhan persinggahan penuh pertama mereka selama periode tersebut. Total waktu kapal berada di laut tanpa henti adalah 264 hari, sebelum kedatangan hari Rabu.

Kondisi fisik kapal yang diluncurkan pada 1988 tersebut mulai terlihat tidak terawat. Bercak karatan berukuran besar terlihat mengotori bagian lambung kapal. Terutama di atas garis air dan tepi geladak penerbangan. Sebagai informasi, kru yang bertugas biasanya rutin merawat tanda-tanda karat di seluruh bagian kapal.

Saat dimintai keterangan mengenai kondisi kapal yang tampak haus perawatan tersebut, Komandan USS Abraham Lincoln Kapten Dan Keeler memberikan tanggapan singkat. “Kondisi ini normal untuk masa tugas yang panjang dan kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut,” ujarnya.

Jeda Di Tengah Perang

Usai merapat, para kru kapal mulai turun untuk menghabiskan waktu luang mereka di kota resor pantai Pattaya, di pesisir timur Thailand. Lokasi ini menjadi tempat favorit personel militer AS sejak era Perang Vietnam.

Baca juga : AS-Iran Saling Ngebom Lagi, Negara Teluk Kena Getahnya

Awak kapal memilih menghabiskan jam-jam pertama mereka di daratan dengan berbelanja di pusat perbelanjaan dan bersantai di hotel. Ini menjadi momen yang mereka tunggu setelah berbulan-bulan terpenjara di kapal besar.

“Berita menyebutkan kami telah berada di laut selama sembilan bulan. Jujur saja, saya sampai lupa waktu,” ujar seorang anggota senior kapal induk tersebut, dikutip media Inggris, BBC.

“Rasanya membosankan. Kapal itu memang besar, tetapi tetap terasa sempit ketika Anda harus membaginya dengan ribuan orang lainnya,” ucapnya.

Guna menjaga ketertiban selama turun jangkar, tim Shore Liaison Group (SLG) dikerahkan di berbagai sudut kota Pattaya. Petugas berseragam khusus ini bertugas mengawasi para pelaut agar tetap mematuhi aturan dan berkoordinasi dengan otoritas lokal.

Baca juga : Trump Bikin Kesal Sekutu

Atase Angkatan Laut AS di Bangkok Kristopher Robinson menegaskan, singgah di Thailand bertujuan untuk memberikan hak istirahat bagi para prajurit sesuai aturan yang berlaku.

“Personel AS akan bertindak sesuai dengan hukum AS, peraturan Angkatan Laut AS, serta hukum yang berlaku di Thailand,” tegas Robinson. [LDU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.