Dark/Light Mode

AS-Iran Saling Ngebom Lagi, Negara Teluk Kena Getahnya

Kamis, 3 September 2026 07:30 WIB
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran pada Selasa (1/9/2026). (Foto: Dok. CENTCOM)
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target militer Iran pada Selasa (1/9/2026). (Foto: Dok. CENTCOM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling serang. Setelah Washington ngebom sejumlah target militer Iran, Teheran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah kepentingan AS di kawasan Teluk. Akibatnya, negara-negara tetangga ikut kena getahnya.

Serangan terbaru menandai eskalasi paling serius dalam beberapa pekan terakhir. AS menggempur sejumlah sasaran di wilayah selatan Iran. Sementara Iran merespons dengan menyerang fasilitas yang terkait dengan pasukan AS di Yordania, Bahrain, Kuwait dan Irak.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan, serangan terbaru menyasar sejumlah sistem pertahanan udara, radar, aset maritim, kemampuan peletakan ranjau serta infrastruktur komunikasi milik Iran.

Washington menyebut serangan tersebut dilakukan untuk menggagalkan upaya Iran memasang ranjau laut di Selat Hormuz. Salah satu sasaran yang dihantam berada di Pulau Larak.

Baca juga : 2 Hari, Kejagung Periksa 9 Saksi

Serangan AS juga dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di sekitar Selat Hormuz. Media Iran melaporkan suara ledakan terdengar di sekitar Pulau Qeshm dan sejumlah wilayah pesisir Iran.

Serangan tersebut terjadi setelah sebelumnya AS kembali melancarkan serangan pada 30 Agustus 2026. Kala itu, militer AS menyerang peluncur roket Iran di Pulau Larak di tengah ketegangan yang semakin meningkat di Selat Hormuz.

Iran tak tinggal diam. Teheran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah lokasi yang terkait dengan kepentingan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Militer Yordania mengatakan, sebanyak 13 rudal balistik Iran memasuki wilayah udaranya. Sepuluh di antaranya berhasil dicegat, sedangkan tiga lainnya jatuh di wilayah terbuka yang tidak berpenduduk. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan di Yordania.

Baca juga : Pemutakhiran Data Parpol Perkuat Konsolidasi Demokrasi

Iran juga mengklaim menyerang pangkalan-pangkalan AS di Bahrain. Serangan drone disebut menyasar fasilitas radar dan bagian dari Pangkalan Udara Sheikh Isa yang menjadi lokasi keberadaan pasukan AS. Bahrain mengaktifkan sistem pertahanan udaranya dan mengeluarkan peringatan kepada warga untuk berlindung.

Kuwait juga ikut terdampak. Pemerintah Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya menghadapi serangan drone dan rudal yang disebut berasal dari Iran.

Serangan Iran juga dilaporkan menyasar kepentingan AS di wilayah Irak. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim menyerang sejumlah fasilitas AS di wilayah Erbil.

Sejauh ini, sejumlah klaim mengenai kerusakan dan korban dari serangan Iran belum dapat diverifikasi secara independen. Pejabat AS juga menyatakan belum ada laporan korban jiwa dari serangan terhadap sejumlah fasilitasnya.

Baca juga : Tim Task Force Hanura Bakar Semangat Kader

Di tengah saling serang tersebut, korban sipil ikut berjatuhan. Pemerintah Iran menuding serangan AS menghantam sebuah rumah di Kuhestak, Provinsi Hormozgan, ketika tengah berlangsung pesta pernikahan. Sedikitnya lima orang, termasuk seorang anak, dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.