Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Matricardi Banggakan Dukungan Bobotoh
- Pertamina Patra Niaga, Polda, dan Pemprov Sumbar Sidak BBM Subsidi di Padang
- Makin Pintar Dengan AI, Najwa Shihab Ingatkan Kemampuan Berpikir Jangan Hilang
- Dampak Abu Krakatau, 4 Penerbangan Dialihkan ke Bandara Kertajati
- Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Turut Diproses
Jelang Kunjungan Ke Ukraina, Utusan Trump Temui Putin
Senin, 7 September 2026 06:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan dengan dua utusan khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk membahas perang Rusia-Ukraina, di Istana Kremlin, Moskow, Sabtu (5/8/2026).
Kedatangan utusan tersebut ke Moskow, menjelang kunjungan mereka ke Kiev, Ukraina, Minggu (6/8/2026). Putin mengakui, pembahasan pada pertemuan ini bukan hal mudah.
“Situasinya, tentu saja, tidak sederhana,” ujar mantan agen mata-mata KGB itu, saat menyapa delegasi AS di Kremlin, melansir Al-Jazeera.
Sementara, Witkoff menyampaikan pesan dari Presiden AS Donald Trump. Dia berharap, gencatan senjata sementara selama tiga hari benar-benar ditepati Rusia selama kunjungan diplomasi ini.
Baca juga : Disanksi AS, Iran Krisis BBM
“Presiden Trump menyampaikan salam terbaiknya dan berterima kasih atas moratorium serangan terbatas selama kunjungan delegasi ini,” kata Witkoff kepada Putin.
Asisten Kebijakan Luar Negeri Rusia Yury Ushakov menjelaskan, pembicaraan berjalan sangat terbuka. Pertemuan menghasilkan sejumlah poin penting terkait penyelesaian konflik.
“Sejumlah ide untuk penyelesaian damai telah dirumuskan. Pembicaraan berlangsung substansial, sangat jujur, dan konstruktif,” ungkap Ushakov kepada awak media usai pertemuan.
Ushakov mengatakan, Putin menegaskan kembali posisi Rusia untuk menyelesaikan akar penyebab konflik sebelum kesepakatan akhir dicapai.
Baca juga : Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Amonia Dan Urea di Rusia
Terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik upaya diplomasi ini dan memastikan kesiapan pihaknya menjaga proses negosiasi kondusif.
“Mulai saat ini hingga akhir hari Sabtu, serta pada hari Minggu dan Senin, Ukraina siap untuk menahan diri dari serangan ke Moskow,” ujar Zelensky melalui akun media sosialnya.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, yang mengonfirmasi perintah jeda serangan dari pihak Rusia.
“Presiden Rusia, selaku panglima tertinggi, telah memberikan perintah mulai tengah malam ini tidak menyerang Kiev selama tiga hari,” kata Peskov.
Baca juga : AS-Indonesia Perangi Kejahatan Lintas Negara
Usai menyelesaikan rangkaian pembicaraan di Moskow, delegasi AS langsung bertolak ke Kiev. Witkoff akan menemui melanjutkan negosiasi proposal perdamaian tersebut dengan Pemerintah Ukraina. [LDU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya