Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Dewa United Vs Bhayangkara FC, Egy MV Cs Bidik Tren Positif
- Malam Ini, Bhayangkara Waspadai Kekuatan Lini Tengah Dewa United
- Garudayaksa FC Vs Persik, Duel Sengit Dua Tim Berambisi Bangkit
- MU Trengginas, Carrick Soroti Transisi dan Pertahanan
- Muenchen, MU dan Como Pesta Gol di Liga Champions 2026/27
Kehabisan Narasi Untuk Gaet Pemilih Di Pemilu Sela
Kubu Republik Kampanye Jualan Isu Islamophobia
Kamis, 10 September 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Isu Muslim dan Islam mulai mencuat dalam persaingan politik menjelang Pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang akan digelar pada 3 November 2026.
Sejumlah politikus dari Partai Republik menjadikan isu terkait Muslim, keamanan, ekstremisme hingga penerapan hukum syariah, sebagai bagian dari perdebatan politik menjelang Pemilu.
Wakil Presiden AS JD Vance, misalnya, menyerang Abdul El-Sayed, kandidat Muslim dari Partai Demokrat yang mencalonkan diri sebagai anggota Senat dari Michigan.
Baca juga : Raisya Bawazier Mantap Cerai, Minta Talak 3
Dalam sebuah kampanye pekan lalu, Vance menyebut El-Sayed sebagai sosok yang “very, very evil” atau sangat, sangat jahat. Dia menuding El-Sayed membela terorisme terkait pernyataannya setelah serangan terhadap sebuah sinagoga di kawasan Detroit, Michigan, pada Maret 2026.
El-Sayed sebenarnya mengecam serangan tersebut. Dia juga mengungkit latar belakang pelaku. Sejumlah anggota keluarganya di Lebanon baru saja tewas dalam serangan udara Israel.
Komentarnya kemudian dikritik banyak orang. El-Sayed mengakui, pernyataannya mungkin disalahpahami. Namun, setelah itu dia meminta maaf.
Baca juga : Diperiksa Sebagai Tersangka, Febrie Dikonfirmasi Soal Aliran Uang Rp 40 Miliar
Di Texas, Gubernur Greg Abbott yang kembali mencalonkan diri juga menyoroti pembangunan yang dipimpin kelompok Muslim. Abbott bahkan meminta penyelidikan terkait dugaan upaya membentuk “pengadilan syariah”.
Tuduhan tersebut dibantah oleh pengembang maupun kelompok hak-hak sipil. Kemudian, pernyataan Abbott yang kontroversi diralat oleh timnya, dengan mengatakan bahwa tindakan sang Gubernur bukan ditujukan kepada agama Islam, melainkan terhadap dugaan aktivitas ilegal.
Contoh lain datang dari Alabama. Senator Republik Tommy Tuberville, yang mencalonkan diri sebagai gubernur, memperingatkan mengenai apa yang dia sebut sebagai Islam radikal.
Baca juga : Trump Kembali Berulah
Partai Republik secara tersirat menyatakan isu yang mereka angkat berkaitan dengan keamanan, ekstremisme dan peran agama dalam kehidupan publik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya