Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Manchester Siap Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027
- Laga Indonesia Vs Malaysia, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas & Kantung Parkir
- Siapkan 2.373 Personel, Polri Pastikan Keamanan & Kelancaran FIFA ASEAN 2026
- Indonesia Vs Malaysia, Garuda Siap Terkam Harimau Malaya
- PSS Sleman Terpuruk, Pieter Huistra Manfaatkan Jeda FIFA Matchday
Dubes Belanda Marc Gerritsen Kagumi 24 Karya Pemenang Kontes World Press Photo 2026
Senin, 28 September 2026 07:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinding ruang pameran di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta, terlihat berbeda pada, Jumat (25/9/2026). Puluhan bingkai foto tergantung rapi mengajak siapa saja yang ada di dalamnya untuk berhenti sejenak dan melihat wajah dari seluruh penjuru dunia dalam Pameran World Press Photo 2026.
Pameran tahunan ini mengusung 42 karya pemenang Kontes World Press Photo ke-69 dari total 57.376 karya visual. Seluruh karya terpilih tersebut disaring secara ketat dari 3.747 fotografer yang berasal dari 141 negara.
Di era digital, citra visual begitu mudah dimanipulasi oleh algoritma kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, pameran ini menjadi sebuah pengingat karya yang jujur di balik lensa kamera murni.
Foto-foto yang ada di Erasmus Huis diperjuangkan dengan ketekunan yang tidak murah. Begitulah pesan yang disampaikan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen.
Dia menegaskan, betapa pentingnya menjaga kejujuran visual di tengah gempuran rekayasa digital dan disinformasi global.
Baca juga : Dubes Marc Gerritsen Ajak Masyarakat Giat Bersepeda
“World Press Photo menampilkan gambar dan kisah-kisah yang perlu disuarakan. Foto memiliki kekuatan besar dan mampu menjangkau audiens yang sangat berbeda dibanding media tulis maupun video. Ini adalah bentuk jurnalisme yang sangat penting,” kata Dubes Gerritsen.
Pameran ini membawa narasi tentang konflik, krisis iklim, hingga ketangguhan manusia di pelosok bumi. Bagi diplomat Negeri Tulip itu, selembar foto memiliki daya magis yang membuat dia terkesima.
Melihat pameran tahunan ini, membuat Dubes Gerritsen menyadari bahwa dunia sedang melalui fase yang sangat sulit.
Bencana alam akibat perubahan iklim hingga peperangan dan konflik di berbagai negara. Karena itu, penting untuk mendukung jurnalisme independen.
“Para jurnalis harus bekerja dalam kondisi sulit dan penuh tekanan. Mereka menunggu momen dan pencahayaan terbaik, serta mengambil puluhan hingga ratusan ribu foto hanya untuk mendapatkan satu foto yang sempurna. Itu sangat luar biasa,” ungkapnya.
Baca juga : Dubes Marc Gerritsen Bertemu Ketua BRIN, Bahas Kerja Sama Riset
Manajer Pameran sekaligus Kurator World Press Photo Mariana Rettore Baptista mengungkapkan, di pameran ini ada proses verifikasi yang sangat ketat.
Tujuannya, untuk memastikan tidak ada rekayasa piksel sekecil apa pun. Pameran ini merupakan ajakan untuk berkomitmen pada kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.
“Pameran ini kesempatan untuk melihat rekam visual di masa sekarang, yang dilihat melalui lensa para fotografer yang sering mempertaruhkan nyawa mereka untuk membawakan kisah-kisah ini kepada kita,” ujar Baptista.
Pameran ini dibuka di tengah ironi global yang kelam. Merujuk pada data Reporters Without Borders, kebebasan pers berada pada titik terendah dalam dua dekade terakhir. Sedangkan menurut catatan Committee to Protect Journalists, ada 129 jurnalis dan pekerja media gugur sepanjang tahun lalu saat menjalankan tugasnya.
“Kami hadir untuk menghormati keberanian para fotografer dan jurnalis yang mendedikasikan hidup mereka untuk menjadi saksi sejarah,” tuturnya penuh haru.
Baca juga : Dubes Belanda Marc Gerritsen Temui Jokowi Di Solo, Ini Lho Yang Dibicarakan
Keheningan sempat menyelimuti ruang pembukaan pameran tatkala doa bersama dipanjatkan. Malam itu, diadakan mengheningkan cipta untuk lima jurnalis foto Indonesia yang dinyatakan hilang saat meliput letupan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Hadir perwakilan pers Indonesia Uni Lubis. Dia mengingatkan, kecerdasan buatan tidak akan pernah menandingi keberanian untuk menginjakkan kaki di medan bahaya. Namun, di atas semua prinsip itu, keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas utama bagi setiap ruang redaksi. “Tidak ada karya jurnalistik yang seberharga nyawa,” tegas Uni Lubis.
Pameran World Press Photo 2026 di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta Selatan, diselenggarakan mulai Jumat, 25 September 2026 hingga Sabtu, 24 Oktober 2026. Pameran ini terbuka dan gratis untuk umum setiap Selasa sampai Sabtu, dan tutup pada Minggu dan Senin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya