Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 50% Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan
- Masinis KA Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Tabrakan Maut di Bekasi
- RUU Perampasan Aset, Gerindra: Harus Ada Ganti Rugi untuk Korban Salah Sita
- Jutaan Hektare Lahan Rusak di Kalimantan Ternyata Masih Bisa Dipulihkan
- Mega Terharu dengan Perhatian Prabowo Takziah atas Wafatnya Guruh
Hadiri Rakornis & Bimtek, Bahlil Ingatkan Target Golkar Tambah Kursi DPR
Rabu, 30 September 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang digelar bersamaan pada 26-27 September 2026 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.
Bahlil menegaskan, agenda utama Partai Golkar sesuai amanat Munas XI 2024 adalah meningkatkan perolehan kursi DPR, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota pada Pemilu 2029. Untuk itu, kata Bahlil, konsolidasi organisasi menyentuh level terbawah hingga tingkat desa, RW, dan RT.
“Di saat yang sama, Golkar memiliki tugas penting untuk mengawal penuh pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan,” kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Bahlil, sepanjang 2026 DPP Partai Golkar melaksanakan enam gelombang Bimtek berbasis wilayah pemenangan Pemilu. Masing-masing wilayah mendapat dua gelombang kegiatan. Pelaksanaan Bimtek sengaja didorong ke daerah agar jauh lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan karakteristik wilayah pemenangan masing-masing.
Rinciannya, wilayah Sumatera digelar di Batam dan Palembang. Wilayah Jawa-Kalimantan berlangsung di Yogyakarta dan Bandung. Sedangkan wilayah Indonesia Timur dilaksanakan di Makassar dan Bali.
Baca juga : Gerindra NTB Tegaskan Iqbal Tidak Masuk Kepengurusan
Rakornis menjadi langkah awal dalam menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029. Sementara Bimtek diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat konsolidasi anggota legislatif Partai Golkar di seluruh Indonesia.
“Kita ingin memastikan seluruh mesin organisasi dan anggota legislatif dari pusat hingga daerah berada dalam satu komando dan satu arah menuju kemenangan Pemilu 2029,” tegasnya.
Bahlil menargetkan konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan rampung paling lambat 31 Desember 2026. Konsolidasi tersebut akan menjadi fondasi dalam menyusun strategi pemenangan Pemilu 2029.
Anggota Fraksi Partai Golkar di seluruh tingkatan juga didorong menjadi garda terdepan dalam mempercepat konsolidasi. Mereka diminta mengoptimalkan sumber daya, jaringan, serta program yang dimiliki untuk memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.
Melalui Rakornis dan Bimtek, Partai Golkar juga membuka ruang komunikasi dua arah antara pusat dan daerah. Berbagai masukan, persoalan, serta kebutuhan yang berkembang di lapangan akan menjadi bahan untuk memperkaya arah kebijakan dan strategi partai menghadapi Pemilu 2029.
Baca juga : Bank Indonesia Percepat Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital Nasional
“Jangan takut pada kritik. Keterbukaan terhadap kritik publik adalah ruh dari demokrasi. Saya minta ruang kritik terhadap para Menteri, Anggota Fraksi DPR hingga DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Partai Golkar dibuka seluas-luasnya,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, keterbukaan terhadap kritik juga diperlukan untuk memastikan kebijakan dan kerja politik kader Partai Golkar tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat. Dia mengatakan, kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian penting dari proses demokrasi. “Masukan tersebut diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan semakin tajam, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir dalam agenda konsolidasi dan peningkatan kapasitas kader Golkar tersebut. Diketahui, Sri Sultan pernah menjabat Ketua DPD Golkar DIY periode 1977-1998.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pentingnya menempatkan politik dan kekuasaan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Dia mengatakan, proses politik semestinya tidak hanya berhenti sampai pemilu.
“Mandat yang didapat dari pemilu harus diterjemahkan menjadi tanggung jawab untuk menghadirkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat,” katanya.
Baca juga : Berdampak Buruk Terhadap Kesehatan, Stop Konsumsi Obat Tanpa Resep Dokter!
Melalui Rakornis dan Bimtek tersebut, Partai Golkar memfokuskan penguatan organisasi, peningkatan kapasitas anggota legislatif, serta kesiapan struktur partai menghadapi tahapan politik menuju Pemilu 2029.
Target terdekat yang dipasang adalah menuntaskan konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan paling lambat akhir 2026. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya