Dark/Light Mode

Kesaksian Pemancing Maluku Utara

Banyak Ikan Di Danau PLTN Terbesar Rusia

Kamis, 1 Oktober 2026 18:40 WIB
Nasrun dan Nurdjan, pemancing asal Ternate, Maluku Utara yang ikut International Fishing Tournament di Danau Udomlya, PLTN Kalinin, Rusia pada Selasa (29/9/2026). Foto: GO/RM
Nasrun dan Nurdjan, pemancing asal Ternate, Maluku Utara yang ikut International Fishing Tournament di Danau Udomlya, PLTN Kalinin, Rusia pada Selasa (29/9/2026). Foto: GO/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu miring soal bahaya radiasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sesaat runtuh di Danau Udomlya, Wilayah Tver, Rusia, Selasa (29/9/2026). Setidaknya menurut pemancing asal Ternate, Maluku Utara yang ikut International Fishing Tournament 2026.

Nurdjan Soleman (67) dan Nasrun Masraoly (48) dua delegasi Indonesia yang biasanya bertarung dengan ombak laut lepas Maluku, kali ini harus menjinakkan keliaran ikan air tawar di reservoir pendingin utama Kalinin NPP, PLTN terbesar di Rusia.  

Mereka berkompetisi dengan pemancing dari 10 negara lain, yakni Malaysia, Vietnam, Uzbekistan, India, Bangladesh, Turki, Mesir, Hungaria, Afrika Selatan, dan Belarusia.

Ajang pembuktian ekologis yang diinisiasi Rosatom ini juga dihadiri oleh Rakyat Merdeka dan media dari masing-masing negara delegasi. Turnamen ini menerapkan sistem catch and release. Untuk menepis keraguan dunia, panitia melakukan satu demonstrasi. Satu ikan hasil tangkapan diambil secara acak dan langsung dites paparan radiasinya menggunakan alat khusus di hadapan seluruh peserta. Hasilnya, minim radiasi dan aman.  

Baca juga : Indonesia, Rusia & Arsitektur Dunia Multipolar

Kepala Departemen Perlindungan Lingkungan PLTN Kalinin, Andrey Danilkin, menjelaskan bahwa ekosistem Danau Udomlya dikawal dengan regulasi ketat standar Federasi Rusia. Pemantauan menyeluruh dilakukan independen oleh Tverskoy Gidromet (Badan Meteorologi dan Pemantauan Lingkungan Hidup Wilayah Tver), mencakup kualitas air, vegetasi, hingga satwa liar.

"Banyaknya ikan yang didapat pemancing adalah bukti ekosistem di sini sangat sehat. Secara ilmiah, tidak ada perbedaan karakteristik antara ikan di sini dengan danau murni lainnya di Rusia. Semuanya bebas dari dampak radiasi," terang Danilkin saat ditanya Rakyat Merdeka. 

Ia pun membeberkan fakta sains dari studi komparatif dengan Taman Nasional Kursat. "Radiasi latar belakang (background radiation) di kota-kota besar di dunia justru terbukti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan radiasi di sekitar area PLTN Kalinin maupun Kota Udomlya," ungkapnya. Hal ini membuktikan teknologi nuklir hijau Rosatom sangat aman, bahkan jika diterapkan di tengah kota padat penduduk.

Bagi Nurdjan, petualangan perdana ke Rusia ini membuka matanya lebar-lebar. Ketakutan global mengenai momok radiasi nuklir langsung sirna begitu ia melihat banyak ikan seperti Pike, Perch, Catfish, hingga Crucian Carp. 

Baca juga : Pilih Anggota Parlemen, Ratusan WN Rusia Datangi Kedubes di Jakarta

"Ini pertama kali kami ke Rusia dan biasanya cuma mancing di laut. Hebatnya, danau ini adalah sumber air utama pendingin PLTN. Ternyata, isu negatif soal nuklir itu terbukti mitos hari ini. Kami mancing dengan aman, nyaman, dan ikannya melimpah. Biota airnya hidup subur, artinya radiasinya hampir tidak ada," tutur Nurdjan.  

Eks PNS ini meyakini bahwa Indonesia sudah tidak bisa lagi menunda-nunda masuk ke era energi nuklir.

"Sebenarnya PLTN harus ada di Indonesia, karena kebutuhan energi kita makin lama makin habis. Di daerah kita (Maluku Utara), energi terbarukan yang digembar-gemborkan sampai saat ini belum nampak hasilnya. PLTN itu sangat menjanjikan untuk masa depan energi nasional kita," tegas Nurdjan.  

Ia juga mengapresiasi langkah Rosatom yang berani mengumpulkan delegasi mancanegara demi membuka mata dunia. "Mereka sukses membuktikan kepada dunia bahwa dampak radiasi PLTN itu faktanya sangat kecil," tutur Nurdjan.  

Baca juga : Pendidikan Jembatani Kemitraan Indonesia–Rusia

Senada dengan Nasrun. Sebagai nelayan, dia sangat terkesan dengan Rusia sejak menginjakkan kaki di Negeri Beruang Merah. "Ini bagaikan mimpi saya bisa ke Rusia. Apalagi bisa membuktikan sendiri PLTN ini radiasinya sangat minim sekali dibandingkan tempat-tempat lainnya," tuturnya.  

Nasrun juga sangat mendukung langkah penjajakan antara Rosatom dan Pemerintah Indonesia dalam pemanfaatan teknologi nuklir bagi kebaikan bersama. 

"Saya mengajak masyarakat Indonesia, khususnya Maluku Utara untuk ikut mendukung. Apalagi kalau nanti ada program pembangunan PLTN demi kepentingan energi di masa depan," tuntasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.