Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gelar Latihan Gabungan Keris Woomera Di Banyuwangi
TNI & ADF Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Rabu, 14 Oktober 2026 07:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) resmi memulai Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pembukaan latihan berlangsung di geladak kapal perang Australia HMAS Choules yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (12/10/2026).
Dikutip keterangan Pusat Penerangan TNI, Selasa (13/10/2026), kegiatan dibuka Komandan Pusat Latihan (Danpuslat) Kodiklat TNI Marsekal Pertama TNI Ramot Christian Parlindungan Sinaga bersama Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia Brigjen Micah Batt.
Latihan yang dimulai menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat kerja sama pertahanan, meningkatkan kemampuan operasi gabungan, serta membangun interoperabilitas antarangkatan bersenjata.
Latihan Keris Woomera 2026 merupakan kegiatan latihan gabungan luar negeri terbesar Australian Defence Force (ADF) tahun ini, yang melibatkan sekitar 1.000 personel ADF bersama dengan 1.235 personel TNI. Latgabma ini akan berlangsung hingga 20 Oktober 2026.
Latihan Gabungan Keris Woomera 2026 adalah kegiatan bilateral antara Australia dan Indonesia yang pertama kali dilaksanakan pada 2024 dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali.
Baca juga : BPS Perkuat Kerja Sama Statistik dengan Negara Anggota OKI
Commander Joint Operations Vice Admiral Justin Jones mengatakan, latihan ini memperkuat hubungan keamanan yang erat antara Australia dan Indonesia.
“Indonesia adalah mitra yang penting dan langgeng bagi Australia. Ini menjadi sangat berarti. Kami melaksanakan kegiatan latihan luar negeri terbesar tahun ini bersama TNI,” ujar Vice Admiral Jones dikutip dari keterangan Kedutaan Besar Australia, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, kemampuan pasukan kedua negara untuk bekerja sama dalam latihan ini memperkuat kemitraan yang mendalam dan telah lama terjalin dengan Indonesia, yang didasari rasa percaya, saling menghormati, dan kerja sama yang erat.
ADF mengerahkan Pasukan Amfibi Australia dengan kapal HMAS Choules dalam latihan ini, bersama kapal HMAS Perth dan HMAS Stalwart.
Turut berpartisipasi pesawat C-130J Hercules dan PC-21 dari Skuadron Nomor 4 Angkatan Udara Australia, serta kemampuan Angkatan Darat Australia, utamanya Howitzer M777 dan High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS).
Aset TNI yang terlibat antara lain korvet kelas Diponegoro, artileri dan Multiple Launch Rocket System (MLRS), helikopter Bell-412 dan Panther, serta pesawat Super Tucano.
Baca juga : Andi Gani Perkuat Kerja Sama Serikat Buruh di Asia Tenggara
Latihan ini akan melibatkan pendaratan amfibi di Jawa Timur, latihan tembak langsung di lapangan tembak TNI, serta integrasi operasi maritim antara angkatan laut kedua negara.
“Kawasan Indo-Pasifik menghadirkan banyak tantangan geografis dan lingkungan bagi Australia dan Indonesia. Terutama saat kami mengerahkan dan mempertahankan kekuatan militer,” papar Vice Admiral Jones.
Dia menyebut, latihan Keris Woomera memberikan lingkungan pelatihan yang memungkinkan Australia dan Indonesia mengatasi tantangan tersebut bersama, serta melaksanakan rangkaian latihan militer yang kompleks secara berdampingan.
“Pengalaman yang kami peroleh memberikan manfaat keamanan yang nyata bagi Australia dan Indonesia. Ini meningkatkan kemampuan kami untuk mengerahkan pasukan pada saat dibutuhkan, serta mempertahankan daya tangkal terhadap tekanan atau paksaan militer,” jelasnya.
Latgabma Keris Woomera 2026 mencakup beragam materi latihan yang melibatkan kemampuan lintas matra dan fungsi militer.
Materi yang dijadwalkan meliputi HIRAIN, Amphibious Interoperability Training, Combined Joint Live Fire Exercise, Non-Combatant Evacuation Operation (NEO), Cyber Exercise (Cyberex), serta latihan pasukan khusus atau Special Forces.
Baca juga : Polri-AFP Perkuat Kerja Sama Lawan Kejahatan Lintas Negara
Rangkaian latihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menjalankan tugas gabungan, mulai dari integrasi pasukan amfibi, latihan menembak bersama, evakuasi nonkombatan, hingga kerja sama dalam ranah siber.
Setiap materi memiliki karakteristik dan tujuan latihan masing-masing. Pelaksanaannya memberikan kesempatan bagi personel TNI dan ADF untuk menguji koordinasi, sekaligus mengevaluasi prosedur yang digunakan.
Dengan melibatkan unsur dari berbagai matra, latihan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan dan pelaksanaan operasi gabungan secara terpadu. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya