Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perkuat Penyuluh Pertanian, Amran-Tito Terbitkan Surat Edaran Bersama
- Kemenekraf Dorong Daya Saing Produk Lokal Lewat Workshop Sinergi Desain
- ILeague Kecam Kekerasan Terhadap Persib U-18 di Rest Area Batang
- Persib Kecam Penyerangan Rombongan EPA U18
- Man United Vs Atletico Madrid, Waspada Tren Positif Tuan Rumah
KBRI Riyadh Pastikan Tak Ada WNI Korban Luka Serangan Bandara Arab Saudi
Senin, 12 Oktober 2026 18:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang teridentifikasi menjadi korban serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu (10/10/2026) dan Minggu (11/10/2026).
Kepastian tersebut diperoleh setelah KBRI Riyadh berkoordinasi dengan jaringan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang bertugas di sejumlah rumah sakit di Riyadh, serta komunitas WNI pekerja profesional di maskapai Flynas yang berbasis di Terminal 3 Bandara Internasional King Khalid.
KBRI Riyadh juga mendatangi King Abdullah bin Abdulaziz University Hospital, rumah sakit terdekat dari lokasi serangan, serta berkoordinasi dengan korps diplomatik di Riyadh, khususnya fungsi kekonsuleran.
"Hingga Minggu (11/10/2026) pukul 19.00 waktu Arab Saudi, belum ada WNI yang teridentifikasi menjadi korban serangan," jelas KBRI Riyadh dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).
Baca juga : Indonesia Kecam Serangan Bandara Arab Saudi, Dukung Solusi Damai Konflik Yaman
Sebelumnya, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mengumumkan adanya serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid pada Minggu (11/10/2026).
Serangan tersebut mengakibatkan satu warga negara Pakistan meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
GACA juga melaporkan serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Fahd di Dammam, sekitar 411 kilometer dari Riyadh, pada hari yang sama.
Hingga kini, pendataan kerusakan dan inspeksi keselamatan fasilitas bandara masih berlangsung.
Baca juga : Serangan di Bandara Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Korban Luka Lebih Dari 300
KBRI Riyadh menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi untuk memperoleh informasi resmi mengenai ada atau tidaknya WNI yang menjadi korban luka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid.
Bantuan Kepada WNI
Hingga 11 Oktober 2026, KBRI Riyadh telah memberikan bantuan kepada tiga WNI atau pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdampak gangguan penerbangan di bandara tersebut.
KBRI Riyadh juga mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, serta membatasi perjalanan yang tidak esensial.
Meski situasi keamanan masih dipantau, KBRI Riyadh memastikan tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kepada WNI. Layanan hotline KBRI Riyadh dapat dihubungi melalui nomor +966 569173990.
Baca juga : RI Minta AS, Israel dan Iran Hentikan Serangan: Kembalilah ke Meja Perundingan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya