Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persebaya-Garudayaksa Didenda Rp 100 Juta, Java United Kena Sanksi Berat
- Martha Tilaar, Pendiri Sariayu, Meninggal Dunia di Usia 89 Tahun
- Indonesia Dipatok Masuk 10 Besar Asian Para Games 2026
- Persebaya Belum Tajam, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir
- Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar
Dari Forum Digital Dunia
Delegasi Indonesia Temukan Wajah Diplomasi Baru di KBRI Moskow
Rabu, 14 Oktober 2026 07:57 WIB
Sebelumnya
Kegiatan ini mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Selain kegiatan di KBRI, pembelajaran bahasa Indonesia juga berlangsung di perguruan tinggi Rusia, termasuk Lomonosov Moscow State University dan Kazan Federal University. Program tersebut memperlihatkan peluang bahasa Indonesia untuk menjadi penghubung hubungan antar masyarakat, pendidikan, dan pertukaran pengetahuan kedua negara.
KBRI Moskow juga mengembangkan fasilitasi karier melalui penyelenggaraan bursa kerja bagi mahasiswa tingkat akhir, lulusan, dan diaspora Indonesia. Bursa kerja perdana pada 17 Agustus 2025 mengangkat tema “Building a Career Bridge between Indonesia and Russia”.
Baca juga : Gelar Resepsi Diplomatik Berwarna Nusantara
Kegiatan yang dikembangkan bersama KADIN Moskow tersebut diikuti ratusan peserta. Berdasarkan materi Atase Pendidikan dan Kebudayaan, lima perusahaan Rusia menyatakan kesiapan menerima mahasiswa Indonesia, dan sebagian perusahaan melakukan wawancara langsung dengan kandidat.
Inisiatif ini kembali dilanjutkan pada 17 Agustus 2026 dengan skala kegiatan yang lebih besar. Sejumlah perusahaan yang disebut berpartisipasi antara lain RUSAL, EN+ Group, Rusagro, dan Alabuga Special Economic Zone.
Langkah tersebut menunjukkan perluasan pendekatan diplomasi pendidikan, dari membantu mahasiswa menyelesaikan studi menuju memfasilitasi pertemuan dengan dunia industri. Bagi Indonesia, jejaring profesional mahasiswa dan alumni di luar negeri juga memiliki potensi jangka panjang untuk memperkuat hubungan ekonomi, investasi, teknologi, dan pertukaran keahlian.
Baca juga : KBRI Riyadh Imbau WNI Tak Sebarkan Foto Lokasi Jatuhnya Rudal dan Drone
Pelayanan KBRI Moskow juga mencakup pendampingan mahasiswa Indonesia dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa asal Papua. Atase Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan pertemuan dengan Ikatan Mahasiswa Papua untuk membahas kebutuhan mahasiswa dan peluang beasiswa.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan mahasiswa Indonesia memperoleh akses komunikasi dan fasilitasi yang relevan selama menjalani pendidikan di Rusia.
Di samping pelayanan langsung, KBRI Moskow mengembangkan program penghargaan untuk mengapresiasi kontribusi pelajar dan mahasiswa. Salah satunya adalah Ki Hajar Dewantara Award, yang pada 2 Mei 2026 memasuki penyelenggaraan kedua dengan tema “Peran Diplomasi Mahasiswa Indonesia di Rusia”.
Baca juga : KBRI Riyadh: 2 WNI Korban Serangan Bandara Tinggalkan RS Di Hari Yang Sama
Penghargaan tersebut mencakup empat kategori, yaitu bidang STEM; sosial, kepemimpinan dan diplomasi; seni, bahasa dan budaya; serta riset, inovasi dan penelitian.
Dua mahasiswa Rusia yang menekuni kajian Indonesia juga memperoleh apresiasi. Salah satu anggota delegasi Indonesia yang menjadi pembicara dalam Global Digital Forum II, Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS, akademisi Program Vokasi Universitas Indonesia, menilai, berbagai inisiatif KBRI Moskow memberikan pelajaran penting mengenai masa depan diplomasi pendidikan di tengah perkembangan kecerdasan artifisial.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya