Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BRI Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik di Indonesia Hasil Berorientasi Nasabah
- Kabut Asap di Danau Toba, ASDP Perkuat Kewaspadaan & Optimalkan Navigasi Kapal
- Hajar Man City, PSG Bikin Inggris Merana
- Vinicius Junior Protes Hukuman 4 Laga
- Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Karhutla
Jurnalis Jepang Ditangkap FSB Moskow
PM Takaichi Berang, Panggil Dubes Rusia
Jumat, 16 Oktober 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Jepang geram mendengar kabar penangkapan jurnalis Hokkaido Shimbun Yuki Imai oleh Rusia. Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi dengan tegas menolak tuduhan yang dilayangkan Kremlin.
Dikutip dari Reuters, Kamis (15/10/2026), dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah menangkap sejumlah orang dari negara-negara yang mereka sebut sebagai negara tidak bersahabat. Mereka ditangkap dengan tuduhan bekerja untuk badan intelijen Barat. Pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan, Imai dituduh melakukan kegiatan spionase di wilayah Rusia.
“Itu (tuduhan) tidak benar. Kami tengah mengutamakan upaya pembebasan warga kami,” tegas Takaichi saat ditanya jurnalis di Tokyo, Kamis (15/10/2026).
Kementerian Luar Negeri Jepang juga sudah memanggil Duta Besar (Dubes) Rusia di Tokyo Nikolay Nozdrev untuk memastikan Imai mendapat perlakuan hukum yang adil.
Baca juga : Putri Marino, Sabet Gelar Face Of Asia
Takaichi mengatakan, perincian mengenai tuduhan atas Imai masih belum jelas. “Hukum domestik setiap negara berbeda-beda. Jadi kami belum mengetahui perincian mengenai apa yang mereka sebut sebagai tuduhan tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia menyatakan, seorang warga negara Jepang telah ditangkap di Pulau Sakhalin, wilayah Timur Jauh, yang terletak di dekat gugusan pulau yang dipersengketakan. Disebutkan pula, orang tersebut bekerja untuk intelijen Jepang guna mengumpulkan informasi mengenai pertahanan Rusia.
Berdasarkan informasi dari kantor berita Interfax, Rabu (14/10/2926), pengadilan Lefortovo di Moskow memutuskan Imai akan ditahan hingga 12 Desember mendatang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, insiden tersebut akan menjadi faktor tambahan yang memperburuk suasana dalam hubungan Rusia-Jepang.
Baca juga : Keji Sekali, Uang Bencana Dikorupsi
“Kami sekali lagi mendesak Tokyo untuk meninjau kembali dan mengubah pendekatannya dengan meninggalkan langkah-langkah bermusuhan terhadap Rusia,” ujarnya.
Moskow dan Tokyo telah terlibat dalam sengketa wilayah selama beberapa dekade. Hal ini terkait status serangkaian pulau di Samudra Pasifik, yang terletak di lepas pantai timur laut Jepang dan di sebelah barat daya wilayah Sakhalin, Rusia.
Kepulauan Kuril, yang di Jepang disebut sebagai Wilayah Utara, telah berada di bawah kendali Rusia sejak akhir Perang Dunia II, saat wilayah tersebut direbut Uni Soviet.
Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan, Negeri Sakura belum dapat menghubungi individu tersebut dan tidak mengetahui adanya penangkapan itu sampai muncul pengumuman resmi dari Moskow.
Baca juga : Uji Coba MBG Prasmanan, Menunya Segar & Hangat, Siswa Makan Lebih Lahap
Hokkaido Shimbun menyatakan dalam sebuah keterangan, mereka telah mengetahui pengumuman dari pihak Rusia tersebut, tapi masih melakukan konfirmasi mengenai perinciannya.
“Memastikan keselamatan jurnalis adalah prioritas utama dan kami sedang mengambil langkah-langkah yang diperlukan,” ujar pihak surat kabar itu dikutip dari kantor berita Kyodo, Rabu (14/10/2026). DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 16 Oktober 2026 dengan judul "Jurnalis Jepang Ditangkap FSB Moskow PM Takaichi Berang, Panggil Dubes Rusia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya