Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Buka Akses Digital bagi Anak Disabilitas Netra di MotoGP Mandalika
- Kinerja Melesat, Bank Mandiri Buyback Saham Dan Tebar Dividen
- Mbappe Brace, Real Madrid Hajar RB Leipzig
- Jakmania Dilarang Hadiri 6 Laga Tandang, PSSI Sanksi Persija-Persita
- Madura United Vs Persib Bandung, Jadwal Padat Jadi Kendala
Trump Dukung Netanyahu Jadi PM Lagi
Gadi Eisenkot: Pemilu Israel Urusan Rakyat
Selasa, 20 Oktober 2026 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terang-terangan mendukung Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam Pemilu Israel yang dijadwalkan digelar pada 27 Oktober 2026. Dukungan ini disampaikan saat Netanyahu berupaya mempertahankan kekuasaan di tengah ketatnya persaingan politik.
Trump menyampaikan dukungannya melalui unggahan di Truth Social, Minggu (18/10/2026). Dia menyebut Netanyahu sebagai “perdana menteri pejuang hebat” dan mitra penting AS dalam perang melawan Iran.
“Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, yakni siapa pun selain Bibi (sapaan Netanyahu), Amerika harus melakukan pekerjaan di Iran sendiri. Saya tidak berniat melakukannya,” tulis Trump.
Trump juga menyebut Netanyahu sebagai sosok mitra yang dibutuhkan AS dalam hubungannya dengan Israel.
“Biarlah surat ini menjadi bukti dukungan penuh dan tanpa syarat saya kepada Bibi Netanyahu dalam pemilihan kembali sebagai Perdana Menteri Israel,” tulis Trump.
Namun, dukungan Trump belum tentu meningkatkan jumlah pemilih Netanyahu dan Partai Likud yang berhaluan kanan. Popularitas Trump di kalangan masyarakat Israel juga dilaporkan menurun di tengah perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai Iran.
Baca juga : Nama Muhammad Bukan Bahan Candaan, Sensitivitas Umat Islam Harus Dihormati
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan, belum ada kandidat yang memiliki jalan jelas menuju kekuasaan. Di Israel, PM tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan ditentukan melalui pembentukan koalisi di parlemen.
Pemilu 27 Oktober mendatang menjadi pemungutan suara pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang mengguncang Israel dan memicu gejolak berkepanjangan di Timur Tengah. Setelah serangan tersebut, Israel melancarkan perang di Gaza, Lebanon dan Iran.
Sejumlah jajak pendapat menunjukkan koalisi yang dipimpin Netanyahu belum mampu mencapai 61 kursi, jumlah minimum yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan.
Dalam wawancara singkat melalui telepon dengan Axios, Minggu (18/10/2026), Trump mengaku, rencana mendukung Netanyahu telah dipikirkannya sejak awal pekan. Namun, dia sengaja menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkannya.
“Saya akan selalu melakukan itu. Saya hanya tidak ingin melakukannya terlalu cepat,” ujar Trump.
Dia beralasan, hubungannya dengan Netanyahu berjalan baik dan keduanya akan terus bekerja sama dengan baik jika Netanyahu kembali terpilih.
Baca juga : Trump Tuduh Houthi Sengaja Naikkan Harga Minyak Dunia
“Penting bagi Israel memiliki seseorang yang bisa mereka andalkan,” ucap Trump.
Netanyahu menyambut dukungan tersebut melalui unggahan di media sosial X. Dia menyebut, Presiden AS itu sebagai “sahabat terkasih” dan menulis, “Bersama-sama, kita akan menyelesaikan misi ini!”
Dukungan Trump kepada Netanyahu juga menjadi bagian dari kebiasaannya melampaui tradisi diplomasi AS. Selama ini, Washington cenderung menghindari dukungan terbuka terhadap kandidat dalam Pemilu negara lain.
Trump sebelumnya juga menyatakan dukungan kepada sejumlah kandidat dalam Pemilu di Hungaria, Kolombia, Argentina, Jepang dan Honduras.
Sementara, pesaing utama Netanyahu, Gadi Eisenkot, menegaskan bahwa Pemilu Israel merupakan urusan dalam negeri yang harus ditentukan rakyatnya sendiri.
Dalam wawancara dengan Channel 12 Israel, Eisenkot menghormati Presiden AS dan menghargai berbagai hal yang telah dilakukan Trump untuk Israel.
Baca juga : Cuma Jawab 3 Wartawan, Sekretaris Pers Baru Trump Gugup Baca Contekan
“Namun, Pemilu ini merupakan urusan dalam negeri Israel. Satu-satunya pihak yang akan menentukan adalah warga Israel dan saya akan tetap teguh pada pendirian ini,” tegas Eisenkot.
Sebelum mengumumkan dukungannya, Trump berulang kali menahan diri tidak memihak Netanyahu dalam beberapa bulan terakhir. Hubungan kedua pemimpin sempat diwarnai ketegangan, khususnya terkait Iran dan Gaza.
Trump sempat frustrasi terhadap Netanyahu. Dalam percakapan tertutup, Trump menyalahkan Netanyahu atas kegagalan Israel mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya