Dark/Light Mode

Dubes Djauhari Oratmangun Tampilkan Budaya Nusantara Di Resepsi Diplomatik

Jumat, 6 November 2026 08:00 WIB
Dubes Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun memberikan sambutan saat resepsi diplomatik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Summit Wing Hotel, Beijing, Senin (2/11/2026). (Foto: KBRI China)
Dubes Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun memberikan sambutan saat resepsi diplomatik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Summit Wing Hotel, Beijing, Senin (2/11/2026). (Foto: KBRI China)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China menggelar resepsi diplomatik Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Summit Wing Hotel, Beijing, Senin (2/11/2026). Resepsi yang berlangsung selama lebih dari tiga jam ini menampilkan kekayaan budaya Indonesia, serta kolaborasi seni Indonesia dan China.

Acara ini dihadiri Assistant Foreign Minister sekaligus Direktur Jenderal Protokol Kementerian Luar Negeri China Hong Lei sebagai guest of honor, serta para duta besar, anggota korps diplomatik, pejabat pemerintah, pebisnis, akademisi dan jurnalis.

Kekayaan budaya Indonesia dari Sumatera hingga Papua mewarnai jalannya resepsi. Termasuk kain tenun dan budaya khas Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, yang dikenakan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun beserta istri Sih Elsiwi Handayani Oratmangun.

Sebagai wujud syukur, Dubes Djauhari melakukan prosesi pemotongan tumpeng bersama istri dan guest of honor yang disaksikan Wakil Dubes Indonesia untuk China Irene, serta para Konsul Jenderal dari Shanghai, Guangzhou dan Hong Kong.

Dubes Djauhari Oratmangun memberikan potongan tumpeng kepada Assistant Foreign Minister sekaligus Direktur Jenderal Protokol Kementerian Luar Negeri China Hong Lei. (Foto: KBRI China)

Baca juga : Soal Kasus Penyadapan, Kapolri Pastikan Murni Penegakan Hukum

Di hadapan sekitar 1.500 tamu undangan, Dubes Djauhari menekankan hubungan erat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping yang dilandasi rasa saling menghormati, kepercayaan dan keterbukaan.

“Geopolitik bisa berubah. Perekonomian bisa pasang surut. Budaya mungkin berbeda-beda. Namun, ketika orang saling percaya, kita selalu bisa menemukan jalan. Kita selalu bisa melangkah maju bersama-sama,” ujar Dubes Djauhari dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).

Peringatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat persahabatan, serta kerja sama strategis setelah pagi harinya diselenggarakan forum investasi, China RE Invest Indonesia 2026.

Resepsi tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni. Seperti Tari Kembang Merona, Tari Tak Tong Tong, Warak Dugder, Rasa Sayange, serta kolaborasi musik tradisional Indonesia dan China oleh kelompok Central Conservatory of Music yang memadukan gamelan dan angklung dengan erhu, pipa, serta musik elektronik kontemporer.

Baca juga : Jokowi: Saya Dihina, Reputasi Saya Hancur

Selain suguhan seni, para tamu undangan menikmati beragam kuliner khas Nusantara. Antara lain sate ayam, rendang, gado-gado, dan tahu gejrot, serta mengunjungi pameran foto keindahan alam, tenun Tanimbar dan gerobak produk unggulan Indonesia.

Suasana semakin semarak dengan penampilan kelompok vokal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Beijing yang membawakan dua lagu, Soleram dan Bengawan Solo.

Dubes Djauhari juga ikut tampil bersama Trio Oratmangun Brothers (Obras) dan Daniel Pattinama. Mereka membawakan sejumlah lagu, antara lain Maumere atau Gemu Fa Mi Re, Tabola Bale, Cerlele dan Poco-poco. Para undangan turut diajak menari bersama mengikuti irama lagu-lagu bertempo cepat tersebut.

Suasana meriah dan hangat saat Dubes Djauhari ikut bernyanyi bersama Trio Oratmangun Brothers (Obras) dan Daniel Pattinama. (Foto: KBRI China)

Setelah hampir sembilan tahun bertugas di China, Dubes Djauhari juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan masyarakat negara tersebut atas persahabatan yang terjalin selama ini.

Baca juga : Digosipin Incar Kursi Cawapres, Dasco: Hoaks, Pengalihan Isu!

Menurutnya, selama bertugas di China, dia telah bertemu dengan banyak orang dari berbagai provinsi dan latar belakang profesi. Mulai dari pekerja, pemimpin bisnis hingga pelajar. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya kepercayaan dalam menjaga hubungan antarmasyarakat di tengah dinamika global.

“Terima kasih atas kepercayaan Anda, kebaikan Anda dan yang terpenting, persahabatan Anda. Saat saya melihat ke belakang, saya merasakan rasa syukur yang mendalam. Saya tidak tahu apakah saya sudah melakukan cukup banyak hal untuk Indonesia dan China. Namun ada rasa nyaman saat meyakini persahabatan kita terjalin karena pengalaman bersama untuk bergerak menuju masa depan bersama,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.