Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus bergotong royong mempercepat pemulihan Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026). Bantuan pangan, logistik, anggaran hingga transportasi dikerahkan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan, ketersediaan beras di NTT mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa pemulihan. Saat ini, stok beras di NTT mencapai sekitar 39.000 ton.
“Yang jelas, tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh. Apa pun caranya, transportasi darat, laut, udara, kita lakukan semua,” kata Amran kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan data Bapanas per 20 Agustus 2026, bantuan pangan reguler dan bantuan khusus penanganan bencana di NTT mencapai 26.440,4 ton dengan nilai Rp 370,2 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan pangan reguler periode Juli-September sebanyak 25.579 ton untuk 861.510 Penerima Bantuan Pangan (PBP), senilai Rp 358,1 miliar.
Sementara bantuan khusus penanganan bencana mencapai 861,5 ton senilai Rp 12,1 miliar. Khusus lima kabupaten terdampak gempa, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka dan Nagekeo, total bantuan mencapai 6.673,2 ton dengan nilai Rp 93,5 miliar.
Amran menegaskan, kebutuhan beras bagi warga terdampak masih dapat dipenuhi. Dari sekitar 34.600 pengungsi, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 300 ton per bulan.
“Intinya tidak akan kekurangan beras. Kalau beras, tanggung jawab saya,” janji Menteri Pertanian itu.
Baca juga : Setelah Iran, Israel Bidik Turki
Hingga saat ini, pemerintah juga telah mengirim sekitar 6.000 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana di NTT. Penyaluran akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Selain bantuan pangan, pemerintah memastikan distribusi logistik untuk para pengungsi terus berjalan. BNPB mencatat, pemerintah telah mengirim 253 ton logistik sejak Sabtu (15/8/2026) hingga Rabu (19/8/2026) pagi atas instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Logistik tersebut meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, pemerintah memastikan bantuan yang dikirim benar-benar diterima masyarakat terdampak.
“Tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan nonpermakanan kita pastikan terpenuhi di sini,” ujar Muhari.
Menurutnya, pola pengungsian yang tersebar menjadi salah satu tantangan dalam pendataan dan distribusi bantuan. Sebagian warga juga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena gempa susulan masih terjadi.
Karenanya, BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan, terutama warga terdampak dari kelompok anak-anak, ibu-ibu dan lanjut usia.
Baca juga : KPK Usut Pemotongan Upah Pungut Di Bappenda Bogor
Bantuan logistik pemerintah dikirim melalui dua pos pendukung utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere. Dari Labuan Bajo, bantuan didistribusikan ke Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Ngada. Sementara dari Maumere, bantuan disalurkan ke Sikka, Ende dan Nagekeo.
Diketahui, berdasarkan data BNPB yang dirilis Jumat (21/8/2026) pukul 4 sore, jumlah korban tewas akibat gempa di NT menjadi 83 orang. Sedangkan korban luka-luka dilaporkan sebanyak 986 jiwa.
Sementara untuk yang mengungsi dilaporkan kini berjumlah 110.785 jiwa. Jumlah pengungsi bertambah sebesar 18.050 jiwa dari jumlah sebelumnya di angka 92.735 jiwa.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan anggaran untuk mempercepat pemulihan NTT. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pemerintah telah menyalurkan Rp 44 miliar kepada daerah untuk membantu penanganan bencana sesuai arahan Presiden Prabowo.
Menurut Purbaya, tambahan anggaran di luar Rp 44 miliar untuk pemulihan gempa NTT juga tengah diproses. Pemerintah masih menunggu persetujuan Presiden sebelum mencairkan dana tambahan.
“Pak Menteri Dalam Negeri sudah menghitung dan mengajukan ke kami. Kami menunggu persetujuan dari Setneg dan Presiden seperti apa, tetapi uangnya jumlahnya masih manageable, jadi tidak mengancam anggaran kami,” aku Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Purbaya juga meluruskan informasi mengenai keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah untuk menangani dampak gempa. Menurutnya, pemerintah pusat telah lebih dahulu mengirimkan dana Rp 44 miliar pada awal Agustus.
Baca juga : Andhyka Muttaqin: Benahi Dulu Dong Sistem Penanggulangan Bencana
“Jadi, yang dibilang bupati di sana hanya punya sekian ratus juta, rupanya dia kemungkinan besar lupa menghitung yang transferan baru itu,” tandas Bendahara Negara.
Dukungan pemerintah juga diberikan melalui sektor transportasi. Kementerian Perhubungan memberikan potongan tarif muatan barang sebesar 100 persen untuk pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT menggunakan kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
Kebijakan tersebut telah diterapkan dalam pengiriman bantuan menggunakan KM Tidar yang menurunkan logistik di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kamis (20/8/2026).
Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan, kebijakan tersebut membuat lembaga dan pihak yang ingin mengirimkan bantuan ke NTT tidak perlu membayar biaya muatan barang.
“Angkutan barang bantuan secara gratis ini karena Pelni telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan yang memberikan potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang di kapal penumpang,” papar Ditto.
KM Tidar tercatat membawa 481 koli bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak. Termasuk dari anak usaha Pelni dan program tanggung jawab sosial dan lingkungan Pelni Group.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan yang mempercayai Pelni untuk menjalankan penugasan dalam angkutan bantuan kemanusiaan untuk NTT ini,” pungkas Ditto. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya