Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terjadi sampai hari ini, di beberapa daerah Sumatra dan Kalimantan, sebagaimana diberitakan media massa.
Karena sudah berkepanjangan maka tentu dampak kesehatannya juga jadi perlu dapat perhatian penting.
Sudah banyak diberitakan tentang peningkatan kejadian penyakit ISPA di beberapa daerah.
Baca juga : Karhutla Masih Mengkhawatirkan
Mudah-mudahan kasus yang ada dapat tertangani dengan baik, dan untuk ini perlu ada data berapa kasus ISPA yang ada (sebagaimana yang sudah banyak diberitakan) dan dari kasus-kasus itu berapa banyak yang sembuh, berapa banyak yang kasusnya memberat menjadi pneumonia dan berapa kasus yang berlanjut menjadi pemicu penyakit paru kronik.
Juga baik diberitakan tentang keadaan eksaserbasi akut pada pasien Asma Bronkiale dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
Di beberapa daerah juga diberitakan ada klinik yang menyediakan oksigen bagi masyarakat, sebagaimana diberitakan media massa pula.
Baca juga : Menhut dan Kepala BNPB Berkantor di Kalteng, Kawal Penanganan Karhutla
Di sisi lain, kita tahu bahwa pemerintah kini melakukan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) setahun sekali pada masyarakat, biasanya di sekitar hari ulang tahun kita.
Mengingat kebakaran hutan dan lahan yang masih berkepanjangan ini , dan dampak utamanya adalah pada paru dan pernapasan, maka baiknya kini juga dilakukan cek kesehatan pada warga yang terpapar Karhutla.
Akan baik kalau kini dilakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang spesifik tentang penyakit paru, seperti anamnesis, pemeriksaan fisik paru, spirometri dan bila perlu foto ronsen toraks dll.
Baca juga : Menhut Cabut Izin 5 Perusahaan Seluas 92.464 Hektare Gara-gara Karhutla
Kalau diperlukan tentu juga dapat dilakukan CKG untuk antisipasi masalah kesehatan lainnya.
Prof Tjandra Yoga Aditama.
Ketua Mejelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya