Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bidik Kerja Sama Pendidikan Dengan Luar Negeri
Mantan Menlu Hassan Wirajuda Dilantik Jadi Rektor Prasetiya Mulya
Rabu, 8 Januari 2025 18:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Prasetiya Mulya (UPM) periode 2025-2028, Rabu (8/12/2024). Dia berkomitmen untuk memperluas kerja sama pendidikan dengan pihak-pihak di luar negeri.
Pelantikan dilakukan di Kampus Prasetiya Mulya, BSD, Kabupaten Tangerang. Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Bidang Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie hingga Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir.
Hassan Wirajuda adalah mantan diplomat yang lahir di Tangerang pada 9 Juli 1948. Dia pernah menjabat sebagai Menlu pada 2001-2009. Ia menjabat dalam dua kabinet, yakni Kabinet Gotong Royong (2001-2004) dan Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2009).
Setelah pensiun, pria yang akrab disapa Hassan itu melebarkan kiprahnya di dunia pendidikan. Ia mengatakan, menjadi pendidik adalah sebagai bentuk pengabdiannya.
Baca juga : Kementerian Imipas Kirim Bantuan Untuk Korban Erupsi Lewotobi
"Saya terikat dengan dunia kampus, dunia pendidikan. Karena itu untuk pengabdian saya kepada publik, kepada masyarakat, dan melalui pendidikan," kata Hassan saat ditemui di Universitas Prasetya Mulya BSD, Rabu (8/1/2024).
Hassan mengaku tidak pernah berambisi untuk menjadi rektor. Dia merasa menjalani sesuai alur.
Hassan sudah bergabung dengan Yayasan Prasetya Mulya pada 2021. Dia ikut mendirikan dan menjadi Kepala Pusat Studi Kebangsaan Indonesia(PSKI) di UPM. Pada l 2022, Hassan menjabat sebagai Dekan Sekolah Hukum dan Studi Internasional yang baru dibentuk di UPM. Baru dua tahun menjabat, ia diberikan kepercayaan menjabat sebagai rektor di UPM.
Ingin Majukan Prasetya Mulya
Rektor UPM yang baru itu bakal membuat serangkaian gebrakan baru. Salah satunya memperkuat Pusat Studi Asia Timur (PSAT) yang sudah terbentuk di UPM. Hassan menilai PSAT diperlukan untuk melahirkan para ahli yang fokus pada negara-negara yang ada di kawasan Asia Timur. Misalnya, ahli tentang negara China, Jepang, Korea, dan negara Asia Timur lainnya, yang mengerti tentang politik, ekonomi, budaya, hingga perdagangan negara-negara itu.
Baca juga : Senayan Siapkan 2 RUU Kendalikan Impor Tekstil
Dari program ini, ia ingin para mahasiswa dapat mempelajari potensi-potensi yang dapat digali dari banyak negara. Misalnya yang paling pesat di kawasan Asia Timur adalah perkembangan bisnis dan investasi.
Selain itu, Hassan telah merancang berbagai hal dalam bidang akademik di UPM. Di antaranya memperkuat status akreditasi, menambahan rekrutmen dosen atau pengajar, pergantian dekan, dan mencari peluang kerja sama dengan berbagai pihak di luar negeri.
"Semuanya kan juga tergantung anggaran universitas," ujarnya.
Wamen Stella turut memberikan sambutan pada pelantikan tersebut. Dia mengatakan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia sangat bergantung pada kualitas pendidikannya. Sebab itu, universitas diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan program-program, serta sistemnya.
Baca juga : Kedaulatan Perairan RI Mesti Tetap Dijaga
Stella meyakini, kiprah Hassan Wirajuda dapat memperkaya ekosistem di UPM. Tak lupa dia mengucapkan selamat kepada Hassan dan jajaran pimpinan atas pelantikan di hari itu.
"Kita sangat berharap kemajuan Prasetya Mulya sebagai universitas yang mempunyai visi, dan akan membangun ekonomi negara lewat ide dan inovasi yang bisa disebarkan ke seluruh Indonesia," ujarnya.
Hassan Wirajuda menggantikan Profesor Djisman Simanjuntak. Ia mengakhiri tugasnya sebagai rektor UPM Periode 2016-2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya