Dark/Light Mode

Bidang Pendidikan Pemerintahan Baru, Sederet PR Sudah Menunggu

Satriwan Salim: Sebanyak 60 Persen Sekolah SD Rusak

Sabtu, 26 Oktober 2024 07:50 WIB
Satriwan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Satriwan Salim, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain mengucapkan selamat atas dilantiknya Prabowo-Gibran sebagai Presiden-Wapres Periode 2024-2029.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) sebagai salah satu organisasi profesi guru, menyampaikan 12 poin pekerjaan rumah (PR) prioritas bidang pendidikan dasar, menengah, dan guru yang perlu diperhatikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pertama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), hendaknya mengejar ketertinggalan skor Programme for International Student Assessment (PISA) yang melorot pada era sebelumnya.

Skor PISA Indonesia pada 2018 untuk kemampuan membaca sebesar 371, sedangkan pada 2022 menurun menjadi 359. Selanjutnya, skor matematika pada 2018 sebesar 379, turun menjadi 366 pada 2022. Skor kemampuan sains turun, dari 379 pada 2018 menjadi 366  pada 2022. Skor PISA yang menurun, menunjukkan kondisi pendidikan Indonesia tidak baik-baik saja.

Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Sesuaikan Dengan Peta Jalan Pendidikan

Kedua, P2G berharap, Pemerintahan Prabowo menuntaskan rekrutmen 1 juta guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), karena janji tersebut belum dipenuhi Pemerintahan sebelumnya.

Menurut Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, Pemerintahan Prabowo perlu memprioritaskan pengangkatan guru honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan membuka kembali rekrutmen guru PNS yang sudah 5 tahun diberhentikan pemerintahan sebelumnya. "PPPK hendaknya diprioritaskan bagi guru-guru honorer senior di atas 35 tahun," tandasnya.

Satriwan menambahkan, untuk lulusan baru di bawah usia 35 tahun, lanjutnya, Pemerintah mesti membuka kembali rekrutmen guru PNS.

Satriwan juga mengingatkan Prabowo-Gibran memenuhi janjinya, akan memberi tambahan penghasilan Rp 2 juta per bulan bagi seluruh guru, baik negeri atau swasta, honorer atau ASN, dimulai Oktober 2024 ini.

Baca juga : Mendikdasmen Tambah Sekolah Dan Rumah Belajar

Ketiga, P2G meminta Mendikdasmen tidak melanjutkan jargon-jargon Merdeka Belajar yang tidak esensial. Apalagi jargon Merdeka Belajar pernah dijadikan merek dagang oleh sebuah sekolah swasta Jakarta, meski kemudian hari dihibahkan kepada Kemdikbudristek.

Keempat, P2G meminta Mendikdasmen untuk membuat “Blue Print Tata Kelola Guru”.

Lima isu utama dalam tata kelola guru adalah: pertama, kompetensi guru saat ini yang masih sangat rendah untuk ditingkatkan, dengan pola pelatihan yang berkeadilan, berkualitas, berkelanjutan, dan bermakna. Termasuk mengakselerasi, mempermudah guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan, untuk menuntaskan 1,6 juta guru yang belum disertifikasi.

Kemendikdasmen dan Kemenag, menurut dia, hendaknya memberi perlakuan dan kesempatan yang adil bagi guru sekolah, madrasah swasta dan negeri untuk mengikuti PPG.

Baca juga : Pramono Agendakan Sarapan Nasi Uduk

Untuk lebih detail, berikut wawancara mengenai sejumlah PR untuk pemerintahan baru ini:
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.