Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Komunitas GSS Dan RS EMC Grha Kedoya Edukasikan Deteksi Dini Penyakit Ginjal
Minggu, 14 September 2025 20:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - RS EMC Grha Kedoya bersama Komunitas Ginjal Sehat Selalu (GSS) menggelar seminar dan temu kangen GSS bertajuk Ginjal, Darah Tinggi & Obat Tradisional di Multifunction Room RS EMC Grha Kedoya, Minggu (14/9/2025).
Seminar ini menghadirkan nara sumber dr. Med. Salim Lim, Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Ginjal Hipertensi dari RS EMC Grha Kedoya dan dipandu dr. Raymond sebagai Wakil Ketua GSS.
Salim Lim dalam kesempatan ini memberikan edukasi tentang bagaimana cara mendeteksi secara dini penyakit ginjal, ciri-ciri dan pengobatanya secara komprehensif.
Ia mengatakan bahwa pada tahap awal mayoritas pasien penyakit ginjal tidak mempunyai gejala yang khas sehingga penyakit ini sering terlambat diketahui.
Baca juga : Cegah Kanker Darah dengan Kenali dan Deteksi Dini Multiple Myeloma
Gejala awal penyakit ginjal bisa ditandai dengan kencing berbusa, terutama yang tidak hilang dalam beberapa menit, karena adanya protein (proteinuria) yang bocor dari ginjal ke dalam urine akibat kerusakan pada filter ginjal (glomeruli).
"Tiga per empat (¾) kasus gagal ginjal disebabkan oleh tiga penyakit yaitu diabetes, hipertensi dan glomerulonephritis. Jika gagal ginjal akibat diabetes dan hipertensi biasanya terjadi pada orang dewasa di atas umur 40 tahun," ujar Salim Lim.
Ia menambahkan, gagal ginjal karena glomerulonephritis bisa terjadi pada orang di usia muda di bawah umur 40 tahun karena gejalanya yang tidak khas seperti kencing berbusa sehingga sering terlambat diketahui.
Lebih lanjut ia menyampaikan, penyebab lain gagal ginjal bisa karena batu ginjal, infeksi, kurang minum, kanker, penyakit jantung, liver, genetik (polikistik ginjal) serta efek samping penggunaan obat tertentu terutama obat anti nyeri (pain killer) atau obat herbal maupun obat-obatan tradisional.
Baca juga : Soal Pembelaan Kubu Nadiem, Kejagung: Buktikan Di Pengadilan!
Penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAIDS pada jangka panjang atau dengan dosis tinggi, terutama pada pasien yang sudah menderita penyakit ginjal, bisa memperburuk fungsi ginjal atau bahkan memicu gagal ginjal.“
Demikian juga dengan beberapa obat-obat tradisional/herbal bisa menyebabkan gagal ginjal dan bahkan memicu kanker saluran kencing.
Sementara itu dr. Raymond mengungkapkan, acara kali ini GSS bekerjasama dengan RS EMC Grha Kedoya ingin memberikan edukasi.
"Melalui seminar kepada anggota komunitas kami, agar mereka dapat memperoleh informasi, sharing session sekaligus sebagai ajang temu kangen dengan para anggota kami dari seluruh Indonesia," ujarnya.
Baca juga : Pertamina Wujudkan Sentra Perikanan Terintegrasi Di Banyuasin Sumsel
Martin Budi Ilham (almarhum), pendiri GSS mengatakan, dalam mengelola kegiatan GSS tidak memungut iuran sepeserpun kepada anggota GSS.
GSS memberikan edukasi kepada anggota, agar mereka dapat merawat ginjalnya sehingga awet (tahan lama) dan bisa mengatasi kecemasan serta kebingungan, tidak terjebak oleh pihak-pihak yang ingin ambil untung dari kondisi pasien.
Di GSS, para anggota pun dapat saling bertukar pengalaman dan pola hidup sehat sehari-hari.
Acara ini selain dilakukan secara offline dari RS EMC Grha Kedoya yang dihadiri ratusan peserta terdiri dari anggota GSS, manajemen dan pasien RS EMC Grha Kedoya, serta rekan-rekan media.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya