Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenkes Fokus Pada 3 Sektor
Tekan Penyebaran HIV Melalui Edukasi, Deteksi & Pengobatan
Senin, 23 Juni 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan bisa menekan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Upaya tersebut difokuskan pada tiga sektor, yaitu penguatan edukasi, perluasan deteksi dini, serta akses pengobatan yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes Ina Agustina Isturini mengatakan, epidemi HIV di Indonesia mengalami stagnasi. Berdasarkan data terkini, Indonesia masih menempati peringkat ke-14 di dunia dalam jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) dan peringkat ke-9 dalam jumlah infeksi baru HIV.
Diperkirakan ada 564 ribu ODHIV pada tahun 2025. Namun, baru 63 persen (355.320 orang) yang mengetahui statusnya.
Baca juga : Harga Minyak Dunia Terancam Meroket, Semoga APBN Tetap Aman
“Dari jumlah itu, sekitar 67 persen telah menjalani terapi antiretroviral (ARV), dan hanya 55 persen yang mencapai viral load tersupresi. Artinya, virus tidak terdeteksi dan risiko penularan sangat rendah,” ujar Ina, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (22/6/2025).
Dia lalu menjelaskan tentang sejumlah provinsi yang menjadi penyebaran kasus HIV paling banyak secara nasional. Kasus itu ada di 11 daerah, di antaranya Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Papua, Sulawesi Selatan, dan Kepulauan Riau.
Ina menambahkan, penularan HIV di Indonesia masih dominan pada kelompok populasi kunci, seperti laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, pekerja seks perempuan, dan pengguna narkotika suntik. Namun, di Papua, penularan telah meluas ke populasi umum dengan prevalensi mencapai 2,3 persen.
Baca juga : DPR Minta Polri Gerak Cepat Tangkap Penebar Teror Bom
Selain itu, kasus IMS kini mengalami peningkatan. Kemenkes mencatat, sebanyak 23.347 kasus sifilis pada 2024, yang sebagian besar merupakan sifilis dini (19.904 kasus), dan 77 kasus sifilis kongenital yang menular dari ibu ke anak. Sementara, kasus gonore tercatat mencapai 10.506, terutama dilaporkan dari wilayah DKI Jakarta.
IMS bukan masalah individu, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat. “IMS berkontribusi besar dalam peningkatan risiko penularan HIV, dan saat ini paling banyak terjadi pada usia produktif 25–49 tahun. Namun, kami juga mencermati peningkatan pada kelompok remaja usia 15–19 tahun,” jelas dia.
Sebagai langkah konkret, Ina memastikan, Kemenkes akan terus memperluas layanan tes dan pengobatan di berbagai daerah. Hingga kini, ungkap dia, layanan tes HIV telah tersedia di 514 kabupaten/kota, layanan IMS di 504 kabupaten/kota, dan pemeriksaan viral load di 192 kabupaten/kota.
Baca juga : GoTo Patok Capaian Kinerja Lebih Ciamik
Dalam upaya preventifnya, Ina menjelaskan, Kemenkes menjalankan kampanye perilaku sehat melalui pendekatan “ABCDE”, yaitu: Abstinence: Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, Be Faithful Setia pada satu pasangan, Condom: Menggunakan kondom pada kelompok berisiko, Drugs: Tidak menggunakan narkoba, Education: Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Selain itu, Kemenkes juga mendorong eliminasi sifilis dan gonore hingga 90 persen serta triple elimination dari ibu ke anak untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B. “Pemerintah juga menetapkan target 95-95-95 pada 2030 untuk HIV. Maksudnya adalah 95 persen ODHIV mengetahui statusnya, 95 persen dari mereka menjalani pengobatan, dan 95 persen dari yang diobati mencapai supresi virus,” tuturnya.
Terpisah, anggota Departemen Dermatologi dan Venereologi FKUI-RSCM, Hanny Nilasari menilai, edukasi kesehatan reproduksi yang menyeluruh sangat penting dilakulan. Sebab, banyak kasus IMS dan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) tidak menunjukkan gejala, terutama pada perempuan, sehingga sering terlambat ditangani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya