Dark/Light Mode

Mulut Sehat & Segar: Bebas Bakteri dan Menjaga Microbiome

Rabu, 19 Agustus 2026 06:25 WIB
Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI). (Foto: Dok. Pepsodent)
Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI). (Foto: Dok. Pepsodent)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perawatan gigi dan mulut selama ini kerap dikaitkan dengan satu hal: membasmi bakteri. Namun, pandangan tersebut mulai bergeser. Menghilangkan seluruh bakteri, menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam rongga mulut dinilai menjadi bagian penting dari kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Kursus Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran Gigi (KPPIKG) 2026 yang digelar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI).

Dalam ajang bertema Shaping the Future of Global Oral Health: Translating Science, Technology, and Humanity yang dihadiri lebih dari 1.500 peserta itu, Pepsodent menghadirkan sesi ilmiah bersama pakar global dari University of Birmingham Dr Praveen Sharma.

Praveen menjelaskan, rongga mulut merupakan salah satu komunitas mikroba terbesar dalam tubuh manusia dengan lebih dari 700 spesies mikroorganisme. Di dalamnya terdapat bakteri yang mendukung kesehatan sekaligus bakteri yang berpotensi merugikan.

Baca juga : Clear Ultra Men Dorong Kesegaran Kulit Kepala & Rambut

“Selama ini masyarakat sering menganggap semua bakteri di dalam rongga mulut harus dihilangkan. Padahal, microbiome mulut memiliki ekosistem kompleks yang terdiri dari bakteri baik maupun bakteri yang berpotensi merugikan,” ujar Praveen dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, persoalan muncul ketika keseimbangan microbiome terganggu atau mengalami dysbiosis. Kondisi tersebut dapat membuat bakteri yang merugikan berkembang lebih dominan dan berkontribusi terhadap berbagai masalah, mulai dari plak, gigi berlubang, radang gusi hingga bau mulut.

Karena itu, kesehatan rongga mulut tidak cukup dinilai dari indikator yang mudah terlihat seperti gigi yang tampak bersih, napas segar atau sensasi bersih setelah menyikat gigi.

“Perawatan gigi dan mulut modern bukanlah tentang menghilangkan bakteri sepenuhnya, melainkan menjaga kesehatan microbiome mulut agar bakteri baik dapat mendukung kesehatan gigi dan mulut,” katanya.

Baca juga : Ketombe Tumbuh Bukan Cuma Gara-gara Jamur, Scalp Barrier Bisa Jadi Penyebabnya

Sejalan dengan pembahasan tersebut, Pepsodent memperkenalkan Pepsodent Pro.Care yang disebut sebagai pasta gigi pertama dari Pepsodent dengan teknologi Microbiome Active.

Personal Care R&D Lead Unilever Indonesia Esperansa Hidayat mengatakan inovasi tersebut dikembangkan berdasarkan riset para ilmuwan dari berbagai belahan dunia.

“Teknologi ini memanfaatkan One Trillion Active Ions untuk membantu menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik sehingga kesehatan microbiome mulut tetap terjaga,” ujar Esperansa.

Teknologi Microbiome Active disebut telah melalui pengujian klinis dan dirancang memberikan perlindungan hingga 24 jam. Pendekatan tersebut bekerja menyerupai mekanisme prebiotik untuk membantu mempertahankan keseimbangan microbiome di rongga mulut.

Baca juga : Kolaborasi Unilever dan Shopee Hadirkan GloUtopia Bidik Creator & Pemburu Promo

Pepsodent Pro.Care juga hadir dalam format translucent gel dengan bulir halus. Produk ini tersedia dalam enam varian, yakni Icy Fresh, Complete White, Multi Protection, Charcoal Deep Clean, Enamel Shield, dan Plaque Prevention.

Bagi Pepsodent, kehadiran di KPPIKG 2026 bukan sekadar memperkenalkan produk baru. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk membawa pemahaman tentang microbiome mulut dari ranah ilmiah ke dalam kebiasaan perawatan sehari-hari.

“Kami memperkenalkan ilmu pengetahuan terkini tentang microbiome mulut kepada para dokter gigi untuk mentransformasi penggunaan produk perawatan gigi sehari-hari,” kata Esperansa.

Dengan pendekatan tersebut, perawatan gigi dan mulut masa depan tidak lagi sekadar mengejar sensasi bersih setelah menyikat gigi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan ekosistem mikroba di dalam rongga mulut. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.