Dark/Light Mode

Pria & Wanita Tua Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang, Jangan Ragu Skrining!

Selasa, 3 November 2026 07:23 WIB
Ilustrasi pemeriksaan tulang. (Foto : ist)
Ilustrasi pemeriksaan tulang. (Foto : ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ini kenyataan yang jarang disadari banyak orang. Satu dari tiga perempuan, dan satu dari lima pria yang berusia 50 tahun ke atas, ternyata dapat mengalami patah tulang, akibat osteoporosis, di sepanjang hidupnya.

Saat itu terjadi, keseharian terganggu. Sulit bergerak, tidak mandiri dan kualitas hidup menurun. Itulah salah satu penelitian yang dilakukan International Osteoporosis Foundation (IOF).

Bagaimana cara mencegah kerapuhan tulang? Publik perlu diedukasi pencegahan osteoporosis atau kerapuhan tulang. Sekaligus jangan ragu untuk melakukan skrining atau pemeriksaan kepadatan tulang.

Apalagi, osteoporosis seringkali berkembang tanpa gejala yang jelas, keluhannya pun tidak selalu terasa nyeri yang berat, hingga akhirnya terjadilah patah tulang. 

Menurut dr Dohar AL Tobing, SpOT, SubspOTB(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan  Traumatologi, Subspesialis Orthopaedi Tulang Belakang di Siloam Hospitals Mampang, osteoporosis sering kali tidak terasa.

Pada tulang belakang, tanda-tandanya bahkan bisa berupa penurunan  tinggi badan atau perubahan postur. “Dan itu awam menganggapnya sebagai bagian normal dari penuaan,” katanya.

Padahal, kata dr Dohar, kondisi tersebut adalah tanda kerapuhan tulang yang dapat dicegah dan ditangani sejak awal. Karenanya penting bagi masyarakat  untuk memahami faktor risikonya dan berkonsultasi mengenai pemeriksaan yang tepat sebelum  terjadi patah tulang.

Baca juga : IWAPI Matangkan MUNAS X, Tatyana Sentani Sutara Calon Ketua Umum Tunggal

Deteksi dini osteoporosis bisa dilakukan dengan skrining kesehatan tulang dan sendi. Yang terbaik melakukannya adalah di Siloam Hospitals Mampang.

Rumah Sakit ini memiliki layanan orthopaedi terpadu yang bernama Fracture Liaison Service (FLS). Dokter-dokter di sini sangat ahli dalam kesehatan tulang dan sendi. Program FLS-nya telah tercatat dalam Map of Best Practice Capture the Fracture®️ yang dikelola International Osteoporosis Foundation (IOF), dengan status New FLS (Blue Star). 

FLS merupakan pendekatan layanan  terkoordinasi untuk mengidentifikasi pasien, mengevaluasi risiko osteoporosis dan mengarahkan penanganan dan tindak lanjutnya. 

Menurut Dr dr Wahyuni Dian Purwati, SpEM, Hospital Director Siloam Hospitals Mampang, pada pasien yang pernah patah tulang, maka penanganan tidak seharusnya berhenti ketika  tindakan medis selesai dan pasien diperbolehkan pulang. 

Melalui layanan FLS, ada proses tindak lanjut yang lebih terstruktur, mulai  dari identifikasi pasien berisiko, evaluasi osteoporosis, hingga edukasi dan penanganan pasien lebih lanjut.

“Tujuannya agar pasien tidak hanya pulih dari patah tulang pertama, tetapi juga  mendapatkan perhatian yang tepat untuk mengurangi risiko patah tulang berikutnya,” ujar Dr dr Wahyuni.

Apalagi menurut IOF, seseorang yang pernah mengalami patah tulang akibat kerapuhan, memiliki risiko  lebih tinggi untuk mengalami patah tulang berikutnya, terutama dalam satu hingga dua tahun  setelah kejadian pertama. Karena itu, tindak lanjut pascapatah tulang menjadi bagian penting  dari upaya pencegahan. 

Baca juga : KOWANI Sambut SK Menkum, Perkuat Agenda Pemberdayaan Perempuan

 

Para dokter di RS Siloam Hospitals Mampang. (Foto : ist)

Tujuh Layanan Skrining Tulang dan Sendi

Ada tujuh program skrining yang dilayani dalam program FLS. Yaitu pemeriksaan kepadatan tulang  (BMD/Bone Mineral Density) dan konsultasi dokter orthopaedi; Skrining Osteoartritis Lutut,  melalui pemeriksaan rontgen dan konsultasi dokter subspesialis panggul dan lutut, dengan opsi  MRI sesuai kebutuhan klinis; Skrining Nyeri Punggung Bawah, melalui pemeriksaan rontgen,  MRI lumbal, dan konsultasi dokter subspesialis tulang belakang sesuai indikasi; Skrining Nyeri Bahu, melalui pemeriksaan rontgen, USG, dan konsultasi dokter subspesialis bahu dan siku  sesuai indikasi; serta Skrining Kaki dan Pergelangan Kaki, melalui pemeriksaan rontgen dan konsultasi dokter subspesialis terkait. 

Dua lainnya adalah Active Life MCU, berupa pemeriksaan kesehatan bagi individu aktif  dan pegiat olahraga, serta Skrining Berbasis Komunitas, yang mencakup kegiatan skrining  skoliosis dan bunion bersama mitra komunitas.

Executive Director Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, menyampaikan “Kami  ingin masyarakat melihat layanan orthopaedi bukan hanya sebagai tempat untuk datang ketika  mengalami cedera atau membutuhkan operasi. Ada banyak hal yang bisa dilakukan  lebih awal untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi,” katanya.

Melalui program skrining, edukasi, dan  layanan yang lebih terintegrasi, kata Ratih, Siloam membantu masyarakat tetap aktif dan mempertahankan kualitas hidupnya lebih lama.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah rumah sakit tidak hanya dilihat dari seberapa baik kami menangani pasien, tetapi juga dari seberapa banyak  masalah kesehatan yang dapat kami bantu cegah,” ujar Ratih.

Masuknya Siloam Hospitals Mampang dalam peta global Capture the Fracture®️ dengan  status NEW FLS (Blue Star), menandai tahap awal pengembangan layanan tersebut sekaligus  menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas praktik secara bertahap. 

Baca juga : Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Berhentikan Nita Yudi, Pilih Hana Fadel Mohammad

Sebelumnya, dalam kaitan peringatan Hari Osteoporosis Sedunia, Siloam Hospital Mampang menyelenggarakan event “Timeless Music, Timeless Movement” pada  Jumat, 30 Oktober 2026, di Fountain Atrium, Grand Indonesia.

Ada 200-an pengunjung datang untuk mendapatkan edukasi kesehatan tulang serta pemeriksaan kepadatan tulang  gratis. Inisiatif ini juga sejalan dengan kampanye global IOF tahun 2026, “Build, Protect,  Strengthen Your Bones for Life”, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan tulang  sepanjang kehidupan.

Pengunjung yang memerlukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan hasil skrining tersebut, dapat berkonsultasi di Siloam Hospitals Mampang, sesuai kondisi dan kebutuhan klinisnya.

Ke depan, Siloam Hospitals Mampang akan terus memperkuat layanan pencegahan  patah tulang berulang, termasuk koordinasi tindak lanjut pasien dan peningkatan kualitas layanan  dalam kerangka Capture the Fracture®️. Upaya ini sejalan dengan komitmen Siloam International Hospitals untuk menghadirkan layanan yang tepat di setiap tahap perawatan, sehingga pasien  dapat menjalani penanganan dengan lebih yakin. 

Siloam Hospitals Mampang merupakan bagian dari jaringan rumah sakit Siloam International Hospitals yang dikenal berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi, aman, dan berstandar internasional. Terletak  di kawasan Jakarta Selatan, Siloam Hospitals Mampang dengan layanan medis lengkap.

Selain program terkait orthopaedic, Siloam juga melayani gawat darurat 24 jam, rawat jalan, rawat inap, hingga berbagai klinik spesialis seperti penyakit dalam, saraf, anak, kebidanan & kandungan, paru, jantung, mata, gigi, THT serta rehabilitasi medik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.