Dark/Light Mode

Polusi Jakarta Terburuk Di Dunia

Dua Mobil Watermist Bakal Wara-wiri Di Jalan Protokol

Selasa, 30 Juli 2024 06:50 WIB
Gedung bertingkat di wilayah Jakarta Selatan diselimuti polusi udara, pada awal Juli lalu. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Gedung bertingkat di wilayah Jakarta Selatan diselimuti polusi udara, pada awal Juli lalu. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta akan memperkuat upaya memperbaiki kualitas udara. Salah satunya, akan menambah dua unit mobil watermist yang akan difungsikan khusus wara-wiri keliling menekan polusi.

Dalam tiga hari berturut-turut, udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat. Bahkan, situs pemantau kualitas udara kota-kota besar di dunia IQAir menempatkan Jakarta di urutan teratas sebagai kota dengan kualitas udara terburuk.

Pada Jumat (26/7/2024) pagi, IQAir menempatkan Jakarta di posisi ketiga. Indeks kualitas udara (AQI) di angka 157 dan Ja­karta masuk dalam zona merah. Sabtu (27/7/2924) pagi, AQI Jakarta meningkat, di angka 164. Jakarta berada di nomor dua. Dan Minggu (28/7/2024) pada pukul 11.00 WIB, AQI Jakarta semakin parah, yakni di angka 177. Jakarta kembali menempati posisi kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk.

Baca juga : Jokowi Ngantor di IKN 3 Hari

Untuk penanganan udara, Dinas LH DKI Jakarta akan menambah dua unit mobil wa­termist. Pengadaan tersebut akan direalisasikan tahun ini.

Kepala Dinas LH Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, mobil tersebut akan digunakan keliling Jakarta untuk melakukan penyiraman di jalan-jalan protokol.

Mobil watermist ini memiliki kemampuan menjangkau 50 meter dan kapasitas tangki air 5.000 liter.

Baca juga : Soal Pansus Haji, Gus Yahya Bela Gus Yaqut

“Ke depan untuk kebijakan watermist itu, kami akan coba kuatkan dengan Peraturan Gu­bernur,” kata Asep di Banjir Kanal Timur, Duren Sawit, Ja­karta Timur, Sabtu (27/7/2024).

Selain mobil watermist, Dinas LH DKI juga akan menambah 4 unit Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) sehingga totalnya mencapai 18 unit SPKU pada 2024. SPKU dipasang agar pihaknya bisa mengetahui lebih akurat data seputar peredaran udara di Jakarta.

SPKU yang terpasang pada umumnya bisa mendeteksi beberapa polutan yang beredar di uda­ra, seperti PM10, PM2.5, Gas Karbon Monoksida (CO), Ni­trogen Oksida (NOx), Sulfur Dioksida (SO2), dan Ozon (O3). Selain berfungsi untuk memantau kualitas udara, SPKU yang terpasang di Jakarta bermanfaat bagi warga yang ingin mengetahui kualitas udara di wilayah sekitar.

Baca juga : Banteng Terancam Oposisi Sendirian

Hasil pantauan juga akan dimuat di situs baru udara. “La­man barunya udara.jakarta.go.id. Seluruh masyarakat Ja­karta bisa melihat kualitas udara dan keadaan cuaca,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.