Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tekan Angka Pengangguran Di Jakarta
Kurikulum Sekolah Mesti Klop Dengan Dunia Kerja
Sabtu, 10 Agustus 2024 06:50 WIB
Sebelumnya
Hari mengklaim, berbagai upaya tersebut sukses menurunkan angka pengangguran dari tahun ke tahun.
“Persentase penyerapan kerja di Jakarta mencapai 40-50 persen tiap tahun dan ditargetkan ke depan di atas 70 persen. Artinya, dari sisi pembinaan ada hasilnya,” kata Hari, Rabu (7/8/2024).
Begitu juga dengan jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Jakarta. Menurut Hari, angka PHK menurun sebesar 26 persen. Pada 2021, tercatat ada 947 kasus PHK dengan melibatkan 3.163 orang pekerja. Kemudian, pada 2022 sebanyak 759 kasus PHK dengan melibatkan 2.352 orang pekerja. Pada 2023, mengalami kenaikan lima persen menjadi sebanyak 856 kasus dengan melibatkan 2.470 orang pekerja. Tapi, tren PHK kembali mengalami penurunan sebesar 31 persen untuk periode Januari sampai Juni 2024 bila dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebanyak 307 kasus dengan melibatkan 847 orang pekerja.
Hari mengatakan, data PHK sesuai dengan Laporan Portal SIGAP Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk DKI Jakarta periode Januari sampai Juni 2024 sejumlah 7.469 orang.
Baca juga : Perang Saudara Dan Adu Gengsi
Dijelaskan Hari, data 7.469 orang tersebut bersumber dari pelaporan pekerja yang telah di-PHK yang memanfaatkan program klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) di BPJS Ketenagakerjaan.
“Memang data yang dipakai itu berdasarkan portalnya kemnaker.go.id berkaitan dengan jaminan sosial BPJS sehingga data itu terintegrasi secara nasional,” ujarnya.
Namun, ditegaskannya, pihaknya telah melakukan pengecekan. Tidak semua pegawai kena PHK berdomisili di Jakarta.
Dijelaskannya, tercatat ada 1.491 perusahaan yang memiliki kantor pusat di Jakarta tetapi mempunyai cabang di berbagai wilayah luar Jakarta. Nah, banyak para pekerja di daerah, tetapi mereka terdaftar di program BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta.
Baca juga : The Dream Team Ke Final
“Dari data 7.469 orang pekerja kena PHK yang memanfaatkan program JKP tersebut tidak seluruhnya pekerja yang bekerja maupun tinggal atau berdomisili di DKI Jakarta,” ucapnya.
Hari mengatakan, sesuai laporan yang dihimpun dari Suku Dinas (Sudin) Nakertansgi lima wilayah kota terdapat tujuh perusahaan rintisan (startup) yang telah melakukan PHK serta memanfaatkan program JKP periode Januari-Juni 2024.
Data perselisihan PHK yang dicatatkan pada Dinas maupun Suku Dinas Nakertransgi sebanyak 847 orang pekerja. Sedangkan data PHK yang memanfaatkan program JKP sebanyak 982 orang pekerja.
“Itu data rilis yang Dinas Nakertransgi punya, dari kasus masuk sampai proses penanganannya. Laporan selalu ada tiap bulan, kasus yang masuk kita rekap per triwulan dan juga kita sisir. Dari portal kemnaker.go.id benar hanya saja tidak semuanya di Jakarta,” jelas Hari.
Baca juga : Artika Sari Devi: Baim Bucin Dan Humoris
Hari berjanji akan memberikan pelatihan untuk korban PHK.
“Kami punya data by name by address,” tandasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 10 Agustus 2024 dengan judul Tekan Angka Pengangguran Di Jakarta, Kurikulum Sekolah Mesti Klop Dengan Dunia Kerja
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya