Dark/Light Mode

Pelemahan Ekonomi Sasar Kelas Menengah-Bawah

Daya Beli Mulai Turun, Pilih Harga Terjangkau

Sabtu, 10 Agustus 2024 07:25 WIB
Pengujung melintasi kios-kios yang tutup di Blok M Mall, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pengujung melintasi kios-kios yang tutup di Blok M Mall, Jakarta Selatan. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Meski konsumsi rumah tangga masih menyumbang lebih dari 50 persen pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kon­sumsi rumah tangga terus turun dalam 9 bulan terakhir.

“Kelas menengah bawah meru­pakan motor utama pertumbuhan ekonomi. Jadi, menurunnya pendapatan dan daya beli ma­syarakat kelas menengah bawah, mempengaruhi seluruh tingkat konsumsi rumah tangga. Itu juga akan menahan laju peningkatan pertumbuhan ekonomi secara umum,” terang Faisal.

Jika daya beli kelas menengah melemah, fondasi perekonomian suatu negara akan rapuh.

“Pertumbuhan yang baik dalam jangka panjang bisa tercapai jika kelas menengah kuat, bukan bertumpu pada kelas atas. Tanpa kelas menengah yang kuat, negara akan gampang terkena guncangan krisis,” sambungnya.

Baca juga : Rena Da Frina Makin Melejit

Faisal menambahkan, tekanan yang dialami kelas menengah saat ini juga berpotensi menjadi krisis sosial. Sebab itu, dia me­minta Pemerintah tak mengeluarkan kebijakan yang menekan kelas menengah bawah.

Di media sosial X, netizen juga ramai membahas anjoknya daya beli kalangan menengah bawah.

“Saat ini, kelas menengah banyak yang terancam menjadi miskin. Angka PHK meningkat dan itu akan menambah angka kemiskinan. Tolong Pemerintah lakukan antisipasi untuk men­jaga daya beli masyarakat,” cuit @Hari0ei.

Akun @liaasister menyatakan, gelombang PHK dan sulitnya mencari pekerjaan baru membuat kalangan menengah jadi kalang kabut.

Baca juga : Industri Manufaktur Membutuhkan Stimulus

“Intinya, penurunan daya beli disebabkan oleh banyaknya PHK. Banyak orang yang tadinya kelas menengah turun kelas karena kehilangan pekerjaan, dan mencari pekerjaan baru sangat sulit,” tulisnya.

Akun @ellaherlanie menam­bahkan, pelemahan daya beli atau sektor usaha tak hanya terjadi pada peritel di mall dan pusat perbelanjaan. Menurutnya, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tertekan lantaran pembelinya berkurang.

“Anjloknya daya beli masyarat, berimbas hingga UMKM. Jadi, tolong segera dicarikan solusi,” pintanya.

Akun @jodi_irawan menyoroti sejumlah peritel FnB yang bela-belain jualan dagangannya di pinggir jalan, bahkan keliling pakai gerobak listrik.

Baca juga : Kurikulum Sekolah Mesti Klop Dengan Dunia Kerja

“Memang daya beli kaum menengah lagi turun, dulu yang dijual gerobakan cuma bakso, siomay dan gorengan, sekarang minuman kopi bermerek pun dijual keliling,” tandasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 10 Agustus 2024 dengan judul Pelemahan Ekonomi Sasar Kelas Menengah-Bawah, Daya Beli Mulai Turun, Pilih Harga Terjangkau

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.