Dark/Light Mode

Tetap Bisa Mengajar

Hore, 2.704 Guru Honorer Direkrut Via Jalur Resmi

Rabu, 21 Agustus 2024 06:50 WIB
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usulan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar 2.704 guru honorer diangkat menjadi guru berstatus kontrak kerja individu (KKI) dikabulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kebijakan ini diyakini akan meningkatkan kualitas mengajar.

Usulan pengangkatan guru honorer menjadi KKI ini disuara­kan Jhonny Simanjuntak. Politisi PDI Perjuangan itu bilang, status KKI pantas didapatkan sebagai apresiasi bagi para guru honorer yang telah lama mengabdi, mencerdaskan anak bangsa. Bah­kan, Jhonny meminta pengang­katan tersebut tanpa melalui tes.

“Rasionalisasinya begini, mereka sudah mengajar lima tahun atau 10 tahun, ngapain tes lagi,” kata Jhonny dalam rapat pembahasan Perubahan Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024, Senin (19/8/2024).

Baca juga : Si Nyonya Tua Tampil Trengginas

Apalagi, lanjut Jhonny, guru honorer ini telah membantu mengisi kekosongan pengajar saat banyak guru memasuki masa pensiun, tetapi tidak segera diisi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.

“Kecuali kalau kuotanya hanya 1.500 guru tapi yang daftar 5.000. Itu perlu tes. Supaya ada alat ukurnya,” ujarnya.

Kepastian pengangkatan guru honorer ini ditandai dengan kesepakatan Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Disdik.

Baca juga : Fajri Melaju, Ginting Mundur

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengungkapkan, 2.704 guru honorer akan diangkat menjadi KKI.

“Dari 4.127 orang kemarin, yang diributkan itu, 2.654 di an­taranya adalah guru. Lainnya itu Tendik (tenaga kependidikan). Ada juga 50 guru SLB, itu juga masih kekurangan,” kata Iman saat pembahasan Perubahan APBD Tahun 2024.

Namun, tegas Iman, khusus untuk pengangkatan guru SLB dibutuhkan seleksi ketat. Seper­ti, harus mengikuti beberapa tes.

Baca juga : Konvensi Demokrat Diusik Demonstran Pro Palestina

“Untuk guru SLB memang butuh keahlian khusus. Kalau nggak (tes), nanti gimana cara bicaranya, cara melakukan gerak dan body language-nya, itu bu­tuh keahlian khusus,” ucap Iman.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengapresiasi kesepatan tersebut. Menurut Rio, langkah ini tepat untuk kemajuan pendidikan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.