Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tetap Bisa Mengajar
Hore, 2.704 Guru Honorer Direkrut Via Jalur Resmi
RM.id Rakyat Merdeka - Usulan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) agar 2.704 guru honorer diangkat menjadi guru berstatus kontrak kerja individu (KKI) dikabulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kebijakan ini diyakini akan meningkatkan kualitas mengajar.
Usulan pengangkatan guru honorer menjadi KKI ini disuarakan Jhonny Simanjuntak. Politisi PDI Perjuangan itu bilang, status KKI pantas didapatkan sebagai apresiasi bagi para guru honorer yang telah lama mengabdi, mencerdaskan anak bangsa. Bahkan, Jhonny meminta pengangkatan tersebut tanpa melalui tes.
“Rasionalisasinya begini, mereka sudah mengajar lima tahun atau 10 tahun, ngapain tes lagi,” kata Jhonny dalam rapat pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024, Senin (19/8/2024).
Baca juga : Si Nyonya Tua Tampil Trengginas
Apalagi, lanjut Jhonny, guru honorer ini telah membantu mengisi kekosongan pengajar saat banyak guru memasuki masa pensiun, tetapi tidak segera diisi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta.
“Kecuali kalau kuotanya hanya 1.500 guru tapi yang daftar 5.000. Itu perlu tes. Supaya ada alat ukurnya,” ujarnya.
Kepastian pengangkatan guru honorer ini ditandai dengan kesepakatan Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Disdik.
Baca juga : Fajri Melaju, Ginting Mundur
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria mengungkapkan, 2.704 guru honorer akan diangkat menjadi KKI.
“Dari 4.127 orang kemarin, yang diributkan itu, 2.654 di antaranya adalah guru. Lainnya itu Tendik (tenaga kependidikan). Ada juga 50 guru SLB, itu juga masih kekurangan,” kata Iman saat pembahasan Perubahan APBD Tahun 2024.
Namun, tegas Iman, khusus untuk pengangkatan guru SLB dibutuhkan seleksi ketat. Seperti, harus mengikuti beberapa tes.
Baca juga : Konvensi Demokrat Diusik Demonstran Pro Palestina
“Untuk guru SLB memang butuh keahlian khusus. Kalau nggak (tes), nanti gimana cara bicaranya, cara melakukan gerak dan body language-nya, itu butuh keahlian khusus,” ucap Iman.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengapresiasi kesepatan tersebut. Menurut Rio, langkah ini tepat untuk kemajuan pendidikan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.