Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
HBKN Natal 2024 Dan Tahun Baru 2025 Kerek Inflasi Di Jakarta
Senin, 2 Desember 2024 21:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,29 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya (0,03 persen; mtm). Tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya serta Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran.
Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, secara tahunan, Jakarta mengalami inflasi sebesar 1,58 persen (yoy), stabil dibandingkan bulan sebelumnya (1,58 persen, yoy) dan masih terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen. Meskipun demikian, inflasi tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional (1,55 persen, yoy).
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Jakarta November 2024 dengan sumbangan sebesar 0,18 persem. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,96 persemn (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (0,09;mtm).
Baca juga : Libur Nataru, InJourney Airports Diskon Tarif PSC 50 Persen Di 37 Bandara
“Inflasi pada kelompok ini terutama bersumber dari meningkatnya harga bawang merah, tomat, daging ayam ras dan minyak goreng. Kenaikan harga bawang merah didorong oleh terbatasnya pasokan dari daerah sentra sejalan dengan mulai masuknya periode tanam,” kata Arlyana dalam keterangannya, Senin (2/12/2024)..
Arlyana mengungkapkan, kenaikan harga daging ayam ras didorong oleh meningkatnya permintaan jelang HBKN Nataru 2024. Adapun kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi oleh peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) global sehingga berdampak pada kenaikan harga domestik. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti cabe rawit, cabe merah, jeruk, dan daging sapi mengalami penurunan harga didukung oleh ketersediaan pasokan yang tetap terjaga.
Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen (mtm), sehingga menyumbang 0,04 persen terhadap inflasi Jakarta.
Baca juga : Rayakan 5 Tahun Beroperasi, LRT Jakarta Gelar Fun Run RI5E Up Sunday
Inflasi pada kelompok ini terutama bersumber dari kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan berlanjutnya tren kenaikan harga emas global. “Kelompok lainnya yang menjadi penyumbang inflasi yaitu kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran dengan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen, utamanya didorong oleh kenaikan harga es dan kue kering berminyak,” tambahnya.
Inflasi DKI Jakarta yang masih terkendali tidak terlepas dari sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta yang semakin kuat. Selama November 2024, TPID Provinsi DKI Jakarta telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi, antara lain: (1) Urban farming Sudin KPKP Jakarta Timur dalam bentuk penanaman bersama benih cabai dan bawang merah serta panen serentak komoditas bawang merah di wilayah Jakarta Pusat; (2) Penguatan hilirisasi hasil produk pertanian melalui pelatihan pengolahan aneka cabai dan bawang yang diikuti oleh 80 UMKM/pelaku usaha; (3) Pemberian bantuan sarana dan prasarana pengolahan pertanian oleh KPwBI Provinsi DKI Jakarta kepada Kelompok Wanita Tani Binaan; (4) Rapat Pra-High Level Meeting TPID jelang momen HBKN Nataru; serta (5) Rapat Koordinasi TPID mingguan dalam rangka pemantauan stok dan harga.
Ke depan, sinergi TPID DKI Jakarta akan terus diperkuat untuk memastikan strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) dapat berjalan baik dan efektif, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Dengan berbagai upaya sinergi dan kolaborasi tersebut, inflasi Jakarta diharapkan dapat tetap terkendali dalam sasarannya, yaitu 2,5±1 persen pada tahun 2024.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya