Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sepanjang 2024 Terjadi 788 Kali Di Jakarta
Mayoritas Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
Jumat, 10 Januari 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
“Penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat terkait penggunaan alat pemadam kebakaran juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi keadaan darurat,” tuturnya.
Rio juga meminta Pemprov DKI mengimplementasikan teknologi deteksi kebakaran. Seperti alarm otomatis dan sensor asap, yang memungkinkan evakuasi lebih cepat. Selain itu, sistem pemantauan dengan kamera pengawas untuk mempercepat respons petugas pemadam kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
“Teknologi ini bukan hanya mempercepat tindakan saat kebakaran terjadi. Tapi juga mengurangi kerugian yang bisa timbul akibat keterlambatan dalam penanganan,” pungkasnya.
Baca juga : Aston Villa Vs West Ham United, Misi Perpanjang Rekor Kemenangan
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, turunnya jumlah kasus kebakaran tidak terlepas dari upaya bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Penurunan ini merupakan hasil intensifikasi kampanye pencegahan kebakaran,” kata Satriadi.
Dibeberkan dia, dari 788 kasus kebakaran, korsleting listrik tetap menjadi penyebab utama kebakaran, yakni 540 kasus pada 2024. Tapi, jumlah tersebut sudah lebih rendah dibanding tahun 2023 yang mencapai 607 kasus.
Baca juga : Laga Lanjutan NBA, Cavaliers Hentikan Thunder
Selain itu, kebakaran akibat tabung gas juga turun dari 116 kasus pada 2023 menjadi 32 kasus pada 2024. Dari segi kerusakan, rumah tinggal paling banyak terdampak dengan 1.382 unit rusak pada 2024, disusul bangunan semi permanen (487 unit) dan kios/ruko (440 unit).
Satriadi menyebut, Dinas Gulkarmat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait terus memberikan pelatihan tanggap darurat, simulasi penanganan kebakaran dan penyuluhan bahaya korsleting listrik serta penggunaan tabung gas yang aman.
Pihaknya menargetkan angka kejadian kebakaran dapat terus ditekan melalui kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca juga : Makan Bergizi Gratis Hidupkan Ekonomi Rakyat
“Kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol keselamatan kebakaran dinilai menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya