Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Modifikasi Cuaca Bukan Solusi Atasi Banjir
Warga Protes, Jakarta Jadi Panas Dan Kering
Rabu, 19 Februari 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat memprotes upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencegah banjir dengan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah itu dinilai tidak menyelesaikan masalah dasar penyebab banjir. Selain itu, berpotensi menyebabkan suhu menjadi panas dan kekeringan.
Pemprov DKI berencana melakukan OMC pada puncak musim hujan pada pertengahan hingga akhir bulan Februari, untuk meminimalisir bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. OMC dilakukan berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI).
Namun banyak warga memprotes OMC. Mereka menilai, modifikasi cuaca bukan pilihan yang tepat dan khawatir menimbulkan masalah lain, seperti cuaca panas dan kekeringan. Warganet pun menyerbu kolom komentar akun resmi Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, @dkijakarta, yang mengunggah informasi pelaksanaan OMC.
Baca juga : Real Madrid Vs Manchester City, Nasib City Di Ujung Tanduk
“Pak Presiden @prabowo @gerindra respons keinginan warga Jakarta. Jangan lakukan OMC lagi,” pinta @ardi.supardie. “Kenapa harus dimodif, biar saja hujan turun, susah air, repot,” tulis @yanuarninik. “Panas Jakarta! Dah nggak usah modif-modif cuaca, jadi ngelekeb hawanya,” protes @mint_ice988.
“Kata gue stop dulu, ini sudah mulai panas banget Jakarta, di rumah gue nggak hujan udah berapa hari, nggak suka,” keluh @iqbalwyrmn. “Pantesan makin panas, buang dana. Bukannya perbaiki aliran airnya biar nggak banjir plus monitoring pekerjanya, malah hujan dimodif,” usul @aadityawahyudi.
“Pantes panas. Ntar musim panas ribut kering kaga ada air,” sebut @achankijo78. “Untuk menjaga Jakarta tetap aman itu bukanlah dengan cara instan seperti ini tiap musim hujan datang. Tapi lebih memperbaiki saluran air, drainase, pengerukan kali, pembersihan sampah di saluran air, edukasi warga juga. Cara instan modifikasi cuaca hanya buang anggaran. Lalu saat musim kemarau panas datang, banyak wilayah yang kekeringan dan membutuhkan air, lalu apa mitigasinya?” tanya @stvwid08.
Baca juga : Tenis Qatar Open 2025, Alcaraz Pulangkan Cilic
Juru bicara pelaksanaan kegiatan OMC tahun 2025 sekaligus Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta Michael Sitanggang mengatakan, OMC kali ini akan digelar selama delapan hari, 14-21 Februari 2025 dengan estimasi dua sorti penerbangan setiap harinya.
“Langkah ini diambil sebagai upaya merespons potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi pada periode waktu tersebut,” kata Michael dalam keterangannya, Sabtu (15/2/2025).
Michael bilang, pelaksanaan OMC pertama sudah dilakukan pada Jumat (14/2/2025) sebanyak 2 sorti penerbangan dengan menggunakan bahan semai sebanyak 1.600 kilogram (kg) NaCl food grade.
Baca juga : Pamer Bunga Dari Daffa
“Misi operasi pada hari pertama menargetkan wilayah sasaran penyemaian di sekitar Selat Sunda dan Barat Laut Jakarta. Sedangkan pada sorti 2 menyasar pada wilayah target Barat Daya Jakarta,” terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya