Dark/Light Mode

Netizen: Lapor Pak Pram, Calon Petugas PPSU Kena Pungli

Lulusan SD Kini Bisa Jadi Pasukan Oranye

Senin, 7 April 2025 06:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengubah syarat rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye. Kini, lulusan Sekolah Dasar (SD) bisa mendaftar kerja jadi petugas PPSU.

Selain itu, Pram mengubah waktu evaluasi kinerja PPSU. “Saya sudah tanda tangani Peraturan Gubernur (Pergub)-nya. Mereka akan dievaluasi bukan setiap tahun lagi. Tetapi tiga tahun sekali,” ujar Pram di Jakarta, Senin (31/3/2025).

Dengan aturan baru ini, lan­jut Pram, para anggota PPSU tak perlu lagi cemas evaluasi kontrak dilakukan tiap tahun. Mereka yang bekerja keras dan berdedikasi akan mendapatkan perpanjangan kontrak, tanpa ha­rus melewati evaluasi tahunan.

Baca juga : Misi Raih Tiket Perempat Final

Pram mengungkapkan, sejatinya ia juga ingin ikut mengubah batasan usia maksimal petugas PPSU di Jakarta. Saat ini usia maksimal PPSU hanya 56 tahun.

Namun, Pram mengaku masih melakukan kajian mendalam karena aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Bagi saya sebenarnya bisa baca-tulis, mau kerja dan bisa kerja, itu sudah cukup. Umur enggak masalah. Saya saja umur 62 tahun, setiap minggu masih sepedaan,” ungkapnya.

Baca juga : Formula Satu, Verstappen Akhiri Paceklik Gelar

Soal permintaan jaminan sosial, Pramono mengakui, hingga saat ini belum ada perlindungan khusus untuk PPSU setelah pen­siun. Untuk mengatasi masalah ini, menurutnya, diperlukan revisi Perda. Dan, memerlukan kajian.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta August Hamonangan mengaku khawatir lowongan petugas oranye dibuka bagi lulusan SD bisa mengurangi semangat warga untuk mengejar taraf hidup yang lebih tinggi.

“Hal itu tidak menutup ke­mungkinan membuat beberapa warga kurang semangat menempuh pendidikan karena merasa sudah bisa mendapatkan jaminan kerja menjadi pasukan oranye,” kata August, Minggu (6/4/2025).

Baca juga : Belum Sempat Dipacari Ariel

Karena itu, Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini meminta agar Pem­prov DKI Jakarta memasti­kan pendidikan warganya tetap berjalan dengan baik mele­wati semua jenjang mulai dari SD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai komitmen melaksanakan wajib belajar selama 12 tahun.

August mengingatkan visi Jakarta menjadi kota global ke depan akan berhadapan dengan persaingan ekonomi yang ketat. Warga Jakarta harus memiliki pengetahuan dan keterampilan tinggi agar dapat bersaing di dunia pekerjaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.