Dark/Light Mode

Tanggapi Survei Indikator, Rano: Kami Fokus Atasi Ketimpangan Sosial Di Jakarta

Senin, 2 Juni 2025 11:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub Rano Karno. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wagub Rano Karno. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menanggapi hasil Survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur di peringkat kelima. 

“Kita memang tidak mengubah visi besar, kita tidak mengubah Jakarta lebar jalannya atau gedung dan sebagainya tidak, tapi lebih kepada pak gubernur sering bicara disparitas di Jakarta ini cenderung kaya dengan miskin terlalu jomplang,” kata Rano di Halaman Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2025).

Dia menekankan, program-program pemerintahannya bersama Gubernur Pramono difokuskan untuk memperbaiki ketimpangan sosial dan ekonomi di ibu kota. Dia mencontohkan persoalan ijazah anak-anak dari keluarga tidak mampu yang belum bisa diambil karena faktor ekonomi.

“Misalnya saya nggak berbicara wilayah lain, nggak usah lah membandingkan dengan wilayah lain, tapi Jakarta paling basic hampir 6 ribu sekian ijazah anak anak kita tidak terambil karena ekonomi itu kan simpel, tapi kita lakukan itu,” ujarnya.

Baca juga : Sultan: Sekolah Rakyat Merah Putih Atasi Kesenjangan Pendidikan Di Daerah

Salah satu program prioritas lainnya yang disorot adalah peningkatan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Menurut Rano, bantuan pendidikan tersebut dinaikkan nominalnya sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam membenahi akses pendidikan bagi warga.

“Kemudian KJP dari 500 ribu sampai 700 ribu sekian, memang tidak kolosal, kita tidak memerlukan gerakan yang kolosal. Kita menguatkan pondasi saja,” ujar Rano.

Tak hanya itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta juga menyebut, pihaknya telah melakukan peningkatan pada aplikasi layanan publik JAKI (Jakarta Kini) untuk menjawab kebutuhan warga yang semakin kompleks, terutama dalam hal layanan darurat seperti ambulans.

“Kemarin kita meng-upgrade JAKI karena kepentingan semakin banyak, ambulans segala macam. Artinya kita tidak membuat bangunan mewah, tidak, tapi penyusunan lima tahun ini kita membangun,” kata Rano.

Baca juga : Pertama Di Indonesia, VTKR Launching Fasilitas Perakitan Kendaraan Listrik

Selama 100 hari pertama pemerintahan Pramono-Rano, terdapat 40 program kerja yang dijalankan dan semuanya difokuskan pada penguatan sistem dan pelayanan dasar, bukan proyek besar yang mencolok.

“Untuk 100 hari hanya 40 program, bukan yang besar-besar, yang paling pondasi,” tambahnya.

Sebelumnya, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang menunjukkan bahwa 60 persen warga Jakarta puas terhadap kinerja Gubernur Pramono Anung, sementara angka kepuasan terhadap Rano Karno sedikit lebih tinggi, yakni 60,5 persen. Meski tergolong tinggi, posisi Pramono-Rano berada di peringkat kelima.

Survei ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap gubernur hasil Pilkada Serentak 2024, yang telah dilantik pada 20 Februari 2025. Penilaian dilakukan terhadap program-program kerja dalam 100 hari pertama masa jabatan gubernur.

Baca juga : Survei Indikator: Rakyat Puas Kinerja Polisi Berantas Premanisme

Melalui hasil ini, publik dan pengamat politik dapat melihat bagaimana perbandingan kinerja antar pemimpin daerah di Pulau Jawa, serta sejauh mana strategi yang digunakan masing-masing kepala daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.