Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Buka Regional Convening UCAP CAI 2025, Pramono Tegaskan Komitmen Iklim dan Transportasi Umum
Rabu, 23 Juli 2025 14:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka acara Urban Climate Action Programme (UCAP) – Climate Action Implementation (CAI) Regional Convening 2025.
“Saya mengucapkan selamat datang dan sungguh sangat gembira bisa menyambut hangat pertemuan Regional Urban Climate Action Program Climate Action Implementation tahun 2025,” ujar Pramono di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Pramono juga menceritakan pengalamannya usai kembali dari New York menghadiri undangan dari PBB. Di sana, dia bertemu dengan petinggi C40 dan juga menggelar pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York.
“Ketika kita bilateral meeting dengan wali kota New York, dulu terus terang kalau kita melihat New York, selalu mereka membandingkan dengan kita urusan traffic jam, urusan macet,” ujarnya.
Baca juga : Pake Setelan Jas, Pramono Tetap Patuh Rabu Naik Transportasi Umum
Pramono menyebut bahwa hasil survei terbaru dari TomTom Traffic Index menunjukkan kemajuan signifikan dalam kemacetan Jakarta.
“Jakarta ketika disurvei oleh lembaga internasional namanya TomTom Survey yang dulu selalu 20 besar kota termacet di dunia, tiba-tiba nomor 90,” jelasnya.
“Di Indonesia sekarang yang nomor 1 adalah Bandung, nomor 2 Medan, nomor 3 Palembang, nomor 4 Surabaya, nomor 5 baru Jakarta," tambahnya.
Salah satu faktor yang disebut turut membantu adalah kebijakan Hari Rabu Naik Transportasi Umum bagi seluruh ASN DKI.
Baca juga : Gubernur Pramono Tegaskan Komitmen Terhadap Pembangunan Berkelanjutan
“Ketika seluruh ASN saya wajibkan naik transportasi umum,” ungkapnya.
Dia menyampaikan apresiasi atas dukungan C40 dan pemerintah Inggris sejak 2018 yang telah mendampingi 35 kota dunia termasuk Jakarta. Selain itu, ia mengumumkan rencana ambisius dalam regulasi bangunan hijau.
“Pemerintah Jakarta berkomitmen untuk menyusun yang disebut dengan Jakarta Green Building Regulation yang menetapkan target efisiensi energi dan air sebesar 100% untuk bangunan baru dan 50% untuk bangunan eksisting di tahun 2030 berpotensi untuk menghindari 10,6 juta ton CO2 per tahunnya,” jelasnya.
Pramono juga menyampaikan dukungan dari pemerintah pusat terhadap inisiatif pembangkit energi dari sampah di Jakarta.
Baca juga : Gibran Hadiri Syukuran 75 Tahun Kardinal Suharyo, Tegaskan Komitmen Toleransi
“Saya beruntung sudah mendapatkan arahan dan sekaligus persetujuan oleh pemerintah pusat, oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto bahwa penggunaan energi ke depan di Jakarta salah satunya akan menggunakan energi sampah, pembangkit energi sampah,” ungkapnya.
Dengan penuh semangat, dia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita bersama dalam mitigasi perubahan iklim.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya