Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agar Tetap Bisa Cari Nafkah Pasca Kebakaran
Pedagang Buka Lapak Di Tepi Jalan Kyai Maja
Minggu, 10 Agustus 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diharapkan segera membangun lagi Pasar Taman Puring (Tampur) yang hancur lebur akibat musibah kebakaran dua pekan lalu. Para pedagang berharap bisa kembali normal mencari nafkah.
Pasar Tampur terletak di Jalan Kyai Maja, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini terbakar pada Senin malam (28/7/2025). Sekitar 500 kios dan isinya, hangus.
Hingga Jumat (8/8/2025), belum tampak ada perbaikan. Garis polisi masih terpasang di sekeliling bangunan pasar yang gosong. Gedung dua lantai itu berantakan.
Bangunan pasar itu kini tinggal rangka dan besi-besi yang malang melintang, tidak karuan. Di lantainya, tampak sedikit sisa barang dagangan yang sudah gosong.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pedagang. Dengan tenda, meja dan terpal seadanya, mereka menggelar dagangan di trotoar, pinggir Jalan Kyai Maja. “Kalau tidak dagang, mau makan apa,” kata Amar Zaki, salah seorang pedagang kepada Rakyat Merdeka, Jumat (8/8/2025).
Baca juga : Crystal PalĀace Vs Liverpool, The Reds Terjunkan Skuad Baru Mewah
Amar tidak bisa berdiam diri, apalagi belum ada kepastian kapan Pasar Tampur dibangun kembali. Karena itu, sejak tiga hari lalu, dengan sisa modal yang dimilikinya, dia kembali berdagang di tempat kurang layak ini, demi anak-istri, agar dapur tetap ngebul.
Amar bercerita, barang dagangan di kiosnya ludes semua dalam kebakaran malam itu. “Sebelum kejadian itu, saya baru saja belanja, dagangan penuh. Modal saya ludes,” ujar pedagang jam tangan ini.
Dia berharap, Pemprov DKI segera membangun kembali Pasar Tampur, dan menyediakan tempat sementara untuk berjualan, selama proses pembangunan berlangsung.
Saya berharap, tempat sementaranya di Taman Puring yang lokasinya persis di sebelah Pasar Tampur, agar pembeli dan langganan tahu,” ujar pria yang sudah 17 tahun berjualan di Pasar Tampur ini.
Ketika dikonfirmasi mengenai kabar para pedagang Pasar Tampur ingin memperbaiki kiosnya secara swadaya, Amar membantah. “Boro-boro untuk bangun kios, untuk makan sehari-hari saja bingung. Kami uang dari mana, barang dagangan habis semua,” kata pria berusia 41 tahun ini lirih.
Baca juga : The World Games 2025, Genderang Perahu Naga RI Membahana Di China
Hal senada disampaikan Anita, pedagang minuman dan makanan ringan. Dia juga menepis kabar bahwa pedagang ingin membangun kiosnya sendiri. Bahkan, Anita kesulitan mencari modal agar dapat kembali berjualan secara normal.
Anita menambahkan, perlengkapan dan barang dagangannya di kios yang berada di lantai dua, ludes semua. Bermodal sedikit simpanan yang dimilikinya, sejak empat hari lalu, ia kembali berjualan. Namun, kini di emperan pasar.
Jualan di emperan dengan tenda seadanya, cukup menyulitkan. Apalagi, jika tiba-tiba hujan. “Tapi ya mau bagaimana lagi, saya butuh makan dan memenuhi kebutuhan lainnya,” ujar Anita.
Menurutnya, hampir 75 persen pedagang sudah mulai kembali berjualan. Namun tidak di satu lokasi, tersebar di sekitar Gedung Pasar Tampur. Di emperan, di belakang dan di depan Gedung Pasar Tampur.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan, relokasi pedagang Pasar Tampur masih dalam tahap kajian. Dalam kajian ini, tampak masih ada persoalan di lapangan yang harus diselesaikan secara menyeluruh, sebelum ia mengambil keputusan.
Baca juga : Sebelum Retreat di Magelang, Kadin Dijamu Prabowo di Hambalang
“Saya juga sudah mendengar sendiri, banyak yang terkena kebakaran itu ingin berswadaya,” kata Pram di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025).
Pram menambahkan, persoalan yang terjadi di lapangan telah dilaporkan langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan kepada dirinya. Pramono pun telah menugaskan Wali Kota Jakarta Selatan untuk menangani persoalan di Pasar Taman Puring. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya