Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Disinyalir Banyak Yang Belum Terpantau
Disdik DKI Didorong Data Ulang Anak Putus Sekolah
Kamis, 14 Agustus 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta didorong melakukan pendataan ulang anak putus sekolah. Sebab, disinyalir masih banyak anak putus sekolah karena tidak tersentuh bantuan pendidikan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Lukmanul Hakim melaporkan temuan anak putus sekolah dalam Rapat Paripurna.
Dipaparkannya, dia menerima langsung laporan tentang anak putus sekolah dari masyarakat, saat turun ke daerah pemilihan (dapil)-nya.
“Ada 15 anak di satu RW (Rukun Warga) putus sekolah, Pak Gubernur,” kata Lukmanul saat Rapat Paripurna DPRD Jakarta, Senin (4/8/2025).
Lukmanul meminta, agar pendataan terhadap anak-anak sekolah lebih akurat dan menyeluruh. “Saya meminta khusus lewat Ketua DPRD dan Gubernur, agar pendataan betul-betul tepat, karena masih banyak anak yang butuh sekolah,” tegasnya.
Baca juga : Patricia Schuldtz, Dilamar Anak Tommy Soeharto
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memberikan bantuan pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk anak-anak yang orangtuanya tidak mampu. “Tapi, nanti kami dalami,” ucapnya.
Pram menjelaskan, program bantuan pendidikan telah menjangkau ratusan ribu siswa di Jakarta. “Kami sudah membagikannya ke 707.622 siswa,” tandasnya.
Pram menambahkan, Pemprov bahkan telah mengambil langkah proaktif dengan menebus ijazah siswa yang tertahan karena persoalan biaya.
Namun, dia menekankan pentingnya mengetahui alasan di balik anak-anak itu tidak bersekolah. “Apakah putus sekolah karena tidak mau sekolah, atau tidak mampu membayar biayanya? Kami akan selesaikan,” janji Pram.
Sebelumnya, Pemprov DKI telah melaksanakan tahap pertama sekolah swasta gratis. Tahap pertama itu dimulai pada Senin (14/7/2025), dan berlangsung hingga saat ini.
Baca juga : Usai Bebas: Hasto Diam, Lembong Lapor Sana Lapor Sini
Sebanyak 40 sekolah swasta dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) dipilih untuk mengikuti program ini.
Namun, regulasi atau payung hukum pelaksanaan program ini belum ada. Untuk itu, Pemprov DKI berupaya merampungkan regulasi program sekolah swasta gratis. Regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub) tersebut, ditargetkan terbit dalam waktu dekat.
“Paling lama sekitar dua bulan. Proses penyusunan produk hukumnya masih terus berjalan di Dinas Pendidikan bersama Biro Hukum,” kata Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Cyril Raoul Hakim.
Tak hanya regulasi, Pemprov DKI juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 90 miliar untuk mendukung implementasi sekolah swasta gratis. “Separuh lebih diambil dari APBD. Sisanya dari APBD Perubahan,” jelas politisi berpanggilan Chico ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Taga Radja Gah menjelaskan, program sekolah swasta gratis, dilaksanakan setelah pihaknya berdiskusi dengan pihak sekolah swasta yang ditunjuk. “Kalau menunggu Pergub dulu, anak-anak tak sekolah, kasihan. Makanya, kami musyawarah dengan sekolah swasta,” ucap Taga.
Baca juga : Terus Bertambah, 147 Negara Akui Palestina Merdeka
Setelah berdiskusi dengan 40 sekolah swasta yang ikut program sekolah gratis, Taga mengatakan, seluruhnya setuju dengan keputusan itu, meskipun belum ada Pergub.
Menurutnya, 40 sekolah swasta itu telah memenuhi syarat legalitas, akreditasi, dan komitmen transparansi keuangan, serta ditetapkan sebagai pilot project sekolah swasta gratis tahun ajaran 2025/2026. [RAA/DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya