Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jurnalis RM Pantau Kemacetan Parah Di TB Simatupang
Bedeng Proyek Galian Makan Separuh Jalan
Jumat, 22 Agustus 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Sekitar 200 meter berikutnya, di dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), ada bedeng serupa. Posisinya juga di sisi kanan jalan.
Banyaknya proyek galian yang memakan badan jalan, mengganggu arus lalu lintas di Jalan TB Simatupang. Apalagi pada jam sibuk, pukul 17.00-20.00 WIB.
Jalur ini, kerap dilintasi pekerja yang hendak pulang menuju Depok, Bogor, Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.
Baca juga : 104 Daerah Naikkan Pajak Bumi dan Bangunan, Tito Turun Tangan
Catatan Rakyat Merdeka saat melintas di kawasan ini, sekitar pukul 19.00 WIB, dari jalan layang Tanjung Barat menuju Lebak Bulus yang jaraknya hanya sekitar 7 kilometer, menghabiskan waktu sekitar satu jam.
Gubernur Jakarta Pramono Anung akhirnya bersuara mengenai masalah ini. Dia menyatakan, Pemprov Jakarta sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Pusat, untuk membantu mengatasi kemacetan ini.
Karena, menurut Pram, kemacetan di Jalan TB Simatupang semakin parah akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) di lokasi tersebut. “PSN adalah proyek Pemerintah Pusat dan keluhannya memang berkepanjangan,” ujar Pram di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).
Baca juga : Hasil Tes DNA Negatif: RK Senang, Lisa Ngamuk
Pram pun mengaku sudah mengecek kondisi di lapangan secara langsung. Bukan berdasarkan laporan anak buahnya. “Kemarin, saya sengaja tidak dikawal, berdua dengan sopir saja. Saya ingin mengecek sendiri, dan memang parah banget macetnya,” kata mantan Wakil Ketua DPR ini.
Pram mengaku sudah memerintahkan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera mengambil langkah konkret. “Pertama, saya minta bedeng-bedeng itu dikecilkan,” ujarnya.
Pram juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif, guna mengurangi beban lalu lintas di Jalan TB Simatupang. Untuk kendaraan roda empat, bisa lewat tol. “Kalau semuanya lewat TB Simatupang, pasti kemacetannya luar biasa. Padahal kalau kita lihat di jalan-jalan lain, sekarang mengalami penurunan kemacetan,” ucapnya.
Baca juga : Calon TSK Ketar-ketir, Catatan Jual Beli Kuota Haji Sudah Dikantongi KPK
Pram menambahkan, Pemprov DKI segera mengatur sistem lalu lintas dan fasilitas pendukung di kawasan tersebut, agar lebih tertib dan tidak memicu kemacetan lebih parah.
Gubernur juga mengeluarkan larangan terhadap keberadaan “Pak Ogah” yang kerap mengatur lalu lintas di tengah jalan, tapi memperparah situasi. “Semuanya harus menjadi tanggung jawab Kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan,” tegasnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya