Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PAM JAYA Dorong Tata Kelola Air Berkeadilan Lewat Nilai Agama dan Budaya
Selasa, 7 Oktober 2025 06:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Air bukan sekadar unsur alam, tetapi sumber kehidupan yang menyatu dengan nilai spiritual, budaya, dan sosial.
Hal itu mengemuka dalam Lokakarya bertajuk “Menakar Masa Depan Air di Jakarta, Akankah Menjadi Air Mata?” yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jakarta bersama PAM JAYA, di Jakarta, Senin (6/10/2025).
Ketua Panitia Lokakarya yang juga Ketua Bidang Seni Budaya MUI Provinsi Jakarta, KH. Lutfi Hakim, menegaskan pentingnya air dalam kehidupan manusia.
Menurutnya, air tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar seperti minum, memasak, dan kebersihan, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam tradisi agama dan budaya.
“Pemahaman tentang air melampaui dimensi materialnya sebagai substansi fisik. Ia juga mencakup aspek keagamaan, filosofi, dan adat istiadat yang hidup di masyarakat,” jelas Lutfi.
Dalam Islam, lanjutnya, air digunakan untuk wudhu dan mandi besar sebagai syarat kesucian, bahkan kitab fiqih membahas bab pertama tentang air.
Baca juga : CK Dorong Petani Mitra Terapkan Praktik Pertanian Lebih Ramah Lingkungan
Dalam budaya, air menjadi simbol kehidupan, kesuburan, dan keberkahan. Lutfi mencontohkan tradisi siraman di Jawa, melukat di Bali, hingga makna air dalam budaya Betawi melalui kendi, kentong, dan roti buaya.
Ia menekankan bahwa transformasi PAM JAYA menjadi perseroda harus sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik, yakni transparansi, akuntabilitas, dan orientasi pada pelayanan publik.
“Transformasi PAM JAYA menjadi perseroda harus dibaca sebagai momentum untuk memperkuat dua hal sekaligus: profesionalitas bisnis dan tanggung jawab sosial,” ujar Lutfi.
Sekretaris Umum MUI Provinsi Jakarta, KH. Auzai Mahfuz, menambahkan bahwa persoalan air bukan sekadar urusan teknis, melainkan simbol peradaban dan kemanusiaan.
“Air ini tidak mengenal agama. Nabi kita bersabda bahwa manusia memiliki tiga kebutuhan yang harus dipenuhi bersama. Yang pertama adalah air, yang kedua udara, dan yang ketiga adalah api,” katanya.
Auzai menyoroti peristiwa Perang Badar sebagai contoh sejarah di mana perebutan sumber air menjadi strategi penting.
Baca juga : PGN Perkuat Tata Kelola Dan Keberlanjutan Lewat Program Sosial-Lingkungan
Dari perspektif itu, air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga kekuatan, kebijaksanaan, dan simbol keadilan.
“Semoga air yang mengalir di kota ini tidak hanya menghidupi, tapi juga mempersatukan. Karena sejatinya, di setiap tetes air ada pesan ilahi, kehidupan harus dijaga bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Komisaris Utama PAM JAYA, Prasetyo Edi Marsudi, menceritakan perjalanan panjang pengelolaan air di Jakarta yang sebelumnya dikuasai swasta.
Ia menjelaskan proses akuisisi Palyja dan Aetra, yang awalnya membutuhkan dana Rp650 miliar melalui arbitrase.
Dana tersebut sempat berpindah bank dan baru dikembalikan saat masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, kemudian digunakan sebagai penyertaan modal pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).
Menurutnya, selama pengelolaan air oleh swasta, warga menengah ke bawah kurang mendapatkan akses air bersih.
Baca juga : Pertagas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pertanian Berkelanjutan
“Visinya adalah, ke depan sambungkan semua. Menengah ke bawah harus semua terinstalasi,” tegas Prasetyo.
Ia juga menambahkan, kinerja dan dedikasi para direktur serta staf PAM JAYA membuat pelayanan lebih responsif dan efisien.
“Sekarang PAM setelah lepas dari swasta, dan alhamdulillah kita surplus,” ujarnya.
Dengan perpaduan nilai spiritual, budaya, dan tata kelola modern, lokakarya ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi pengelolaan air Jakarta, agar tetap menjadi sumber kehidupan, bukan sumber air mata.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya