Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
PLN EPI Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Budidaya Maggot
Selasa, 23 September 2025 07:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meluncurkan program pelatihan pengelolaan sampah organik dengan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Kalurahan Karangasem, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.
Program ini menjadi upaya nyata perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengapresiasi komitmen warga dalam memilah sampah dari rumah.
"Di Gunungkidul, pengelolaan sampah kini menghadirkan harapan baru dengan menciptakan nilai ekonomi," ujar Mamit.
Mamit menambahkan, program ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat agar budidaya maggot dapat berkembang luas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta ekonomi warga.
Baca juga : Bank Mandiri Taspen Dorong Ekonomi Masyarakat Lewat Warung Mantap Sejahtera
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan PLN EPI terhadap program Desa Berdaya Energi Gunungkidul dan sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG).
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro, menyebutkan bahwa sekitar 60 persen timbulan sampah di wilayahnya berasal dari rumah tangga dan sisa makanan.
"Paradigma pengelolaan sampah harus berubah dari linear menjadi ekonomi sirkular," jelas Eko.
Ia menambahkan, program maggot BSF ini sejalan dengan Perda Nomor 14 Tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul.
"Diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana sampah bisa bernilai ekonomi," imbuhnya.
Baca juga : Tito: Program MBG Dorong Ekonomi Daerah
Pelatihan ini diikuti oleh 20 anggota Kelompok Wanita Tani Berkahing Bhumi dan Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karang Asem.
Hadir sebagai narasumber, Mulyanto Diharjo, Direktur Bank Sampah Induk Patriot Kota Bekasi sekaligus praktisi pengelolaan sisa olahan dapur dengan maggot BSF.
Ia berbagi pengalaman dan teknik budidaya maggot untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai jual.
Ketua Bank Sampah Ngupadi Rejeki Karang Asem, Riyanta, menyampaikan manfaat nyata program ini.
"Bantuan ini membantu warga menyelesaikan permasalahan rumah tangga, khususnya sampah organik dapur, yang tadinya terbuang dapat diolah menjadi pakan maggot kaya protein dan dipanen untuk pakan lele dan ayam sedangkan residunya menjadi pupuk organik," kata Riyanta.
Baca juga : IWIP dan WBN Perkuat Kompetensi SDM Lokal Lewat Pendidikan dan Pelatihan
"Saya memastikan bahwa setiap bantuan dan inisiatif ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat," lanjutnya.
Kolaborasi antara PLN EPI, DLH Gunungkidul, praktisi pengelolaan sampah, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh sinergi dalam mengatasi persoalan sampah.
Selain itu, program ini juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat lokal dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya