Dark/Light Mode

Cegah Tumpang Tindih, BUMD Dan SKPD Harus Sinergi Garap Proyek

Selasa, 14 Oktober 2025 06:25 WIB
Salah satu proyek yang dikerjakan Jakpro, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome ke Manggarai, di Jalan Pramuka-Tambak, Jakarta, Sabtu (11/10/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Salah satu proyek yang dikerjakan Jakpro, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome ke Manggarai, di Jalan Pramuka-Tambak, Jakarta, Sabtu (11/10/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta harus bersinergi dalam mengerjakan program pembangunan. Hal ini mutlak dilakukan untuk mencegah tumpang tindih proyek dan dampak buruk terhadap masyarakat.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) merupakan BUMD DKI Jakarta yang fokus pada infrastruktur. Jakpro juga mendapat penugasan membangun sarana transportasi dan utilitas. Namun, pekerjaan Jakpro kerap bersinggungan dengan proyek SKPD dan BUMD lain. 

Karena itu, Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD) DKI Jakarta Pantas Nainggolan mendorong agar Jakpro mempererat kolaborasi dengan SKPD atau BUMD lain. Tujuannya, untuk menghindari tumpang tindih proyek. 

“Sinergisitas antar BUMD itu mutlak ke depan. Tidak boleh ada program Jakpro yang tidak ditopang BUMD lain,” kata Pantas dalam Balkoters Talk bertajuk ‘Akselerasi Langkah Strategis Jakpro Wujudkan Jakarta sebagai Kota Global’ di Pressroom Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2025). 

“Pembangunan kota global butuh keterpaduan. Harmonisasi kerja antar SKPD dan BUMD akan membuat proyek infrastruktur berjalan lebih efisien,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI ini. 

Baca juga : 4 Pengusaha Dituntut Empat Tahun Penjara

Selain itu, koordinasi dapat mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Contohnya, dalam proyek-proyek jaringan utilitas kota, yang mengharuskan pekerjaan galian di badan jalan. 

Menurut Pantas, penataan yang terpadu akan mencegah pengerjaan ulang di satu lokasi. “Sehingga setelah proyek galian Jakpro selesai, di lokasi yang sama tidak ada lagi proyek galian Jakpro selesai, kemudian di lokasi yang sama ada proyek galian utilitas lain yang dilakukan BUMD atau SKPD lain,” ujarnya. 

Selain itu, Pantas menyarankan, BUMD juga menggandeng sektor swasta untuk mendukung pembiayaan proyek strategis, sehingga akan mempercepat pencapaian target kota global. 

“Ke depan perlu ada peranan BUMD untuk mensinergikan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi DKI, supaya pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan terpadu,” pungkas Pantas. 

Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin mengatakan, pihaknya menyiapkan berbagai infrastruktur publik menjadi ruang serbaguna, untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi ajang internasional. Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas seperti Jakarta International Stadium (JIS), Velodrome dan Taman Ismail Marzuki (TIM). 

Baca juga : Italia Vs Israel, Segera Singkirkan Negeri Zionis

Iwan mencontohkan, velodrome yang sebelumnya fokus pada olahraga sepeda, kini digunakan untuk berbagai kegiatan lain. “Terbangunlah satu ekosistem, sehingga kita bisa menggaet komunitas lain di sana. Mulai ada konser juga, kemudian kegiatan olahraga di luar sepeda,” ujar Irwan. 

Menurutnya, strategi itu bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat kegiatan internasional. “Itu yang mau kami bangun,” tandasnya. 

Dia menegaskan, konsep multi fungsi bukan sekadar efisiensi fasilitas, tapi strategi untuk menggerakkan ekonomi kreatif kota. “Bukan cuma orang dari luar Jakarta, tetapi dari luar Indonesia pun menjadwalkan perjalanan ke Jakarta karena ajang internasional,” harap Iwan. 

Jakpro juga berupaya mengubah perilaku masyarakat Jakarta, melalui pembangunan berbagai infrastruktur publik seperti Light Rapid Transit (LRT). Kata Iwan, pembangunan infrastruktur tersebut, bukan hanya soal fisik, tetapi juga membangun budaya baru warga kota. 

“LRT adalah transportasi modern yang fungsinya mereduksi isu transportasi, terutama kemacetan, dan membangun pola pikir baru masyarakat Jakarta untuk berpindah dari transportasi pribadi menjadi transportasi umum,” jelasnya. 

Baca juga : Indonesia Siap Hadapi Erick Thohir Gugatan Di Pengadilan

Iwan mengatakan, transformasi perilaku menjadi bagian penting dari upaya Jakarta menuju kota global. “Jakpro tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun warga Jakarta dalam aspek pola pikirnya,” imbuh dia. 

Saat ini, Jakpro sedang membangun LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai sepanjang 6,4 kilometer, dengan headway atau kedatangan kereta setiap 10 menit. 

Rute ini memiliki lima stasiun baru, yaitu Stasiun Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman dan Manggarai. Untuk progres keseluruhan mencapai 72,85 persen, dengan rincian masing-masing proyek 78,45 persen untuk Stasiun Rawamangun; 52,17 persen untuk Stasiun Pramuka BPKP; 33,76 persen untuk Stasiun Pramuka; 49,53 persen untuk Stasiun Matraman dan 19,62 persen untuk Stasiun Manggarai. [DRS/RAA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.