Dark/Light Mode

Pedagang Pasar Barito Tolak Relokasi Ke LA

Pram: Kami Tidak Bisa Puaskan Semua Orang

Kamis, 16 Oktober 2025 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Saat itu, lalu lintas di sekitar Balai Kota lancar. Aparat keamanan berjaga untuk mengatur arus kendaraan dan menjaga ketertiban jalannya aksi. Sehingga aksi demonstrasi berlangsung kondusif. 

Sebagai informasi, lokasi baru pasar ini di sebelah kiri Jalan Raya Lenteng Agung, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, arah Depok, Jawa Barat. Persis di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menuju Stasiun Lenteng Agung.

Saat Rakyat Merdeka mengunjungi lokasi pasar pada 1 Oktober lalu, terlihat jejeran kios berkelir putih. Kios-kios yang akan menjadi Sentra Fauna dan Kuliner ini, terpisah dalam tiga bagian, lantaran topografi tanahnya miring. Untuk menuju 125 kios yang dibagi dalam lima zona ini, melalui jalan yang menurun. 

Baca juga : Belum Pastikan Sidang In Absentia, Kejagung Fokus Buru MRC

Di bangunan terdepan sebelah kiri atau Zona A, bakal ada 22 kios kuliner. Kemudian, setelah melalui jalan menurun, akan ada Zona B untuk bangunan terbuka. Sedangkan di Zona C dan D, ada 74 kios untuk pedagang hewan dan pakan hewan. 

Sementara Zona E yang berada di sebelah kanan, untuk kios-kios parcel dan kuliner. Jumlahnya 29 kios. Lahan di atas (di depan) Zona E akan dibangun Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Jagakarsa. 

Total luas lahan itu 7.500 meter persegi. Namun, yang dibangun kios-kios, hanya sekitar 2.000 meter persegi. Di bagian paling belakang lahan ini, terdapat tempat pertanian kota dan jalan tembus menuju Lenteng Agung Timur, RT 07, RW 07. 

Baca juga : Wakil Eropa Pertama Yang Lolos Ke Piala Dunia 2026, Inggris Sapu Bersih Lawan

Rencananya, Sentra Fauna dan Kuliner ini akan diresmikan awal Oktober 2025. Namun, diundur. Sebab, masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. “Tugas kami tinggal pasang rolling door saja,” kata Sukirno, pengawas atau mandor proyek, saat itu. 

Sukirno yakin, pekerjaan tersebut akan kelar dalam seminggu. Bahkan, jika tidak hujan, bisa lebih cepat. “Kalau sering hujan seperti belakangan ini, mau tidak mau kerja berhenti dulu,” ujarnya. 

Apalagi, lanjut Sukirno, pemasangan rolling door yang membutuhkan aliran listrik, rawan terjadi korslet atau tersetrum saat hujan. “Kami juga harus memperhatikan keselamatan para pekerja. Bukan sekadar cepat selesai,” ucapnya. 

Baca juga : Sikap Tegas Indonesia Diakui Dunia, Pengadilan Arbitrase Tolak Gugatan Israel

Sedangkan untuk pengaspalan jalan dan pembuatan saluran drainase, lanjut dia, akan ada pihak lain yang mengerjakannya. Saluran drainase cukup vital, mengingat posisi pasar ini, lebih rendah dari permukaan jalan raya. [RAA/DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.