Dark/Light Mode

Tanggapi Temuan Mikroplastik di Air Hujan, DLH DKI: Ini Alarm Lingkungan

Minggu, 19 Oktober 2025 18:36 WIB
Pengendara motor menerobos hujan di Jalan Sudirman, Jakarta. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Pengendara motor menerobos hujan di Jalan Sudirman, Jakarta. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menanggapi serius hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menemukan kandungan mikroplastik dalam air hujan di wilayah Ibu Kota. 

Temuan ini dinilai memperlihatkan bahwa ancaman polusi plastik kini telah memasuki atmosfer dan berpotensi membahayakan kesehatan maupun lingkungan.

“Kami memandang temuan BRIN ini sebagai alarm lingkungan yang perlu direspons cepat dan kolaboratif. Polusi plastik kini bukan hanya urusan laut atau sungai, tetapi sudah sampai di langit Jakarta,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangan resminya, Sabtu (18/10/2025). 

Menurut Asep, Pemprov DKI sedang memperkuat program pengelolaan sampah plastik dari hulu hingga hilir, termasuk pengawasan kualitas udara dan air hujan secara terpadu. Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang larangan kantong belanja plastik sekali pakai.

Baca juga : Hadiri KTT Perdamaian Israel-Hamas di Kairo, Prabowo Diperhitungkan

“Upaya pengurangan plastik harus dilakukan dari sumbernya mulai dari rumah tangga, industri, hingga sektor jasa. Setiap orang punya peran,” katanya.

Selain itu, Pemprov DKI juga tengah memperluas jumlah bank sampah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), serta program daur ulang berbasis komunitas. 

DLH DKI saat ini berkoordinasi langsung dengan BRIN untuk melakukan pemantauan mikroplastik di udara dan air hujan melalui integrasi dalam Jakarta Environmental Data Integration (JEDI), sebuah platform pemantauan kualitas lingkungan berbasis data terbuka.

Hasil pengukuran ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih kuat dalam pengendalian polusi plastik di udara.

Baca juga : CK Dorong Petani Mitra Terapkan Praktik Pertanian Lebih Ramah Lingkungan

“Langit Jakarta sedang mengingatkan kita untuk lebih bijak mengelola bumi. Perubahan perilaku adalah kunci,” tambah Asep.

Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Firdaus Ali, menyatakan pemerintah daerah responsif terhadap temuan penelitian yang berkaitan dengan kualitas lingkungan.

Pemprov DKI sangat responsif terhadap berbagai hasil riset yang menyoroti kualitas lingkungan, termasuk air, udara, dan tanah.

Ia menyoroti maraknya penggunaan plastik berkualitas rendah yang umum dipakai di pasar tradisional, warung kecil, dan pedagang kaki lima.

Baca juga : Nadiem Ajukan Praperadilan, Kejagung: Itu Hak Tersangka

“Plastik jenis ini memang mudah terurai, yang sekilas tampak baik bagi lingkungan. Namun, justru berkontribusi besar terhadap peningkatan mikroplastik di alam,” katanya.

Firdaus menegaskan Pemprov DKI tidak menolak plastik sebagai bahan bermanfaat, namun menolak dampak buruknya terhadap lingkungan.

“Kita tidak anti terhadap plastik, karena plastik sudah menjadi bagian dari peradaban modern. Yang kita tolak adalah plastik yang mencemari lingkungan,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.