Dark/Light Mode

Uji Coba Proyek RDF Rorotan Tetap Berjalan, Hanya Dikurangi Kapasitasnya

Kamis, 6 November 2025 22:17 WIB
Truk Sampah di RDF Rorotan. (Foto: Berita Jakarta)
Truk Sampah di RDF Rorotan. (Foto: Berita Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluruskan kabar terkait wacana penghentian sementara proyek Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara. Ia menegaskan  uji coba RDF tidak dihentikan, melainkan hanya dikurangi kapasitas pengolahan sampahnya sementara waktu.

“Jadi, hari ini kami rapat mengenai RDF. Memang RDF ini sudah uji coba, commissioning hampir 1 bulan inilah. Dari mulai 100, 200, 300, 600, 1.000. Sebenarnya ketika RDF dengan kapasitas sampah yang input-nya itu 1.000, enggak ada masalah apa-apa dan itu sudah berlangsung beberapa hari,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/11/2025).

Pramono menjelaskan, permasalahan mulai muncul ketika kapasitas pengolahan sampah dinaikkan hingga 2.000 sampai 2.500 ton per hari. 

“Yang pertama, sampahnya sendiri kena hujan sehingga prosesnya menjadi sempat ada bakteri. Yang kedua, yang paling penting ini, ketika transportasi menggunakan truk compacted, yang compact itu, yang digunakan sebagian truknya itu truk lama sehingga air lindinya jatuh-jatuh, menimbulkan bau, dan sebagainya, dan sebagainya,” paparnya.

Karena kondisi itu, Pramono memutuskan untuk menurunkan kapasitas RDF menjadi 1.000 ton per hari, agar proses tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan gangguan di lingkungan sekitar.

Baca juga : Bambang Haryo Soroti Serapan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Capai 26 Juta

“Masyarakat di sana juga diajak melihat cerobong dan sebagainya, cerobongnya bersih, tertata dengan baik, dan juga sampahnya teratur karena memang sampah yang digunakan untuk RDF itu sebaiknya 2 sampai dengan 5 hari,” katanya.

Meskipun kapasitas maksimal RDF Rorotan mencapai 2.000 ton, Pramono menegaskan bahwa pemerintah daerah akan berjalan perlahan namun pasti agar tidak menimbulkan dampak negatif di lapangan.

“Iya, kalau 2.000 kemudian menimbulkan problem, kan, 1.000 dulu. Alon-alon waton kelakon,” ujarnya.

*Truk Lama Akan Diganti*

Untuk mengatasi masalah transportasi, Pramono menyebut bahwa Pemprov DKI Jakarta akan mengganti truk-truk lama dengan armada baru.

Baca juga : Uji Coba Selesai Oktober, RDF Rorotan Siap Beroperasi Penuh November 2025

“Jadi, armadanya sekarang ini sudah ada 93 truk tahun 2024, saya minta untuk pengadaan 2025 yang sebentar lagi datang, dipercepat sehingga dengan demikian hanya truk-truk baru yang akan melayani, yang lama tarik semua untuk tempat lainnya,” tuturnya.

*Uji Coba Tetap Berlanjut*

Menegaskan kembali, Pramono menyatakan bahwa uji coba RDF Rorotan tidak dihentikan sama sekali, melainkan tetap berlanjut dengan kapasitas terbatas agar semua proses berjalan aman dan terkendali.

“Enggak dihentikan. Sekarang kapasitasnya kita batasi sampai 1.000,” kata Pramono.

Sebelumnya, Pramono Anung meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk menghentikan sementara uji coba (commissioning) fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. 

Baca juga : CIMB Niaga Resmikan Digital Branch Pertama Di Singkawang Kalimantan

Keputusan ini diambil setelah sejumlah warga sekitar mengeluhkan bau sampah menyengat yang muncul selama proses uji coba berlangsung.

“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk sementara commissioning-nya dihentikan terlebih dahulu, dipersiapkan sampai dengan adanya truk yang compact yang bisa membawa sampah ke Rorotan,” kata Pramono Anung di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025). 

Menurutnya, air lindi (cairan hasil pembusukan sampah) dari truk pengangkut yang tidak tertutup dengan baik menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap di sekitar wilayah tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.