Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Transjakarta Terapkan Zero Tolerance Pasca Demo Soal Dugaan Pelecehan Seksual
Rabu, 12 November 2025 20:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Transjakarta menegaskan komitmennya terhadap kebijakan zero tolerance atau tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual.
Pernyataan ini disampaikan menyusul aksi demonstrasi yang digelar sejumlah karyawan Transjakarta hari ini, Rabu (12/11/2025).
Dalam demo, disebutkan ada tiga karyawan Transjakarta yang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dua atasannya.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa perusahaan selama ini telah aktif mengampanyekan pencegahan kekerasan seksual baik secara internal maupun eksternal.
"Transjakarta menentang segala bentuk kekerasan seksual dan telah melakukan berbagai kampanye baik secara internal maupun eksternal. Kami memiliki komitmen zero tolerance," kata dia.
Baca juga : Poles Dulu Kualitas Pelayanan Biar Top
Ayu pun menjawab soal salah satu isu yang diangkat dalam aksi tersebut, yakni terkait dugaan pelanggaran etik oleh salah satu karyawan di posisi koordinator lapangan.
Ia menegaskan bahwa pihak manajemen sudah menjatuhkan sanksi disiplin (SP2) sesuai peraturan perusahaan yang berlaku.
Namun, manajemen tetap membuka ruang untuk evaluasi ulang apabila muncul bukti baru atau jika ada pihak yang merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan sebelumnya.
"Jika terdapat bukti baru dan ada ketidakpuasan terhadap putusan, manajemen sangat terbuka untuk melakukan proses ulang proses tersebut. Kami juga berkomitmen selalu berada di sisi korban jika kasus ini dibawa ke ranah hukum," katanya.
Lebih lanjut Ayu mengatakan, Transjakarta menghargai hak karyawan untuk menyampaikan pendapat. Manajemen bahkan memberikan dispensasi khusus bagi mereka yang turun langsung ke lapangan.
Baca juga : SPPG Polda Banten dan Dinkes Serang Diskusi Soal MBG, Pastikan Pelayanan Terbaik
"Kami menghargai hak karyawan untuk menyampaikan aspirasi. Manajemen telah memberikan dispensasi bagi karyawan yang hari ini turun untuk menyuarakan pendapatnya di kantor pusat," kata dia.
Ia menambahkan, Transjakarta memiliki tujuh serikat pekerja aktif, yang selama ini menjadi wadah resmi penyampaian aspirasi.
Dalam waktu dekat, perusahaan juga akan memulai perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) terbaru pada Desember mendatang.
"Bulan Desember nanti, kami akan memulai perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) terbaru, yang merupakan sarana resmi dan efektif untuk menyampaikan dan membahas seluruh aspirasi secara konstruktif," kata dia lagi.
Sebelumnya diberitakan, tiga karyawan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh dua atasannya di lingkungan kerja sejak Mei 2025.
Baca juga : Tito Ajak Pemda Selaras Gerakkan Ekonomi Daerah Dengan Asta Cita
Kasus tersebut memicu sejumlah anggota Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Dirgantara Digital dan Transportasi (PUK SPDT FSPMI) PT Transjakarta menggelar aksi protes di depan Kantor Transjakarta, Jakarta Timur, Rabu.
"Pertama adalah kasus pelecehan dan kekerasan seksual. Tiga anggota kami yang dilecehkan oleh dua pelaku seorang atasan atau pimpinan korban, dimana anggota kita selaku bawahannya," kata Ketua PUK SPDT FSPMI PT Transjakarta Indra Kurniawan di sela-sela aksinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya