Dark/Light Mode

Gubernur Pramono: Motif Peledakan Di SMAN 72 Terinspirasi Dari Video Kekerasan

Kamis, 13 November 2025 16:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan peristiwa ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta Utara tidak berkaitan dengan kasus perundungan (bullying) seperti yang ramai beredar di media sosial.

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan para siswa, tidak ada kejadian bullying yang dialami oleh pelaku yang saat ini berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Baca juga : Gubernur Pramono Beri Kebebasan SMAN 72 Untuk Tentukan Sistem Belajar

“Untuk hal-hal yang berkaitan dengan apa yang dipelajari oleh tadi anak yang kemudian tersangkut persoalan hukum itu dilakukan pencegahan. Karena dia kan terinspirasi dari itu,” ujar Pramono Anung di di Jiexpo Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).

Pramono menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekaman CCTV di sekolah, pelaku terlihat sudah melakukan perencanaan matang sebelum peristiwa ledakan terjadi.

Baca juga : Pelaku Peledakan SMAN 72 Tak Terkait Jaringan Teroris

“Tadi kan teman-teman di SMA 72 sendiri, mereka juga membantah tidak benar dengan adanya bullying. Tetapi kalau lihat video yang ada di CCTV, kemudian juga persiapan dengan tujuh bahan peledak, memang saya yakin pasti itu karena terinspirasi, terpengaruh oleh apa yang dia tonton,” kata Pramono.

Ia menegaskan, pemerintah akan menindaklanjuti kasus ini dengan langkah pendidikan dan pencegahan dini agar pelajar tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif di media sosial maupun platform digital.

Baca juga : Pramono Izinkan Pembelajaran Online Di SMAN 72 Dan Dukung Pembatasan Game Online

“Nah yang seperti itulah yang kemudian saya akan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk dilakukan pendidikan dan pencegahan. Karena yang seperti itu dampaknya sangat tidak baik,” tambahnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan pelajar memiliki kemampuan menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten berbahaya di internet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.