Dark/Light Mode

Kurangi Kemacetan, Pramono Anung Ajak Warga Beralih ke Transportasi Umum

Selasa, 20 Januari 2026 13:21 WIB
Pekerja melakukan pengecekan terowongan MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Stasiun MRT Thamrin dan Monas di Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)
Pekerja melakukan pengecekan terowongan MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan Stasiun MRT Thamrin dan Monas di Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan peningkatan signifikan jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota hingga di atas 30 persen. 

Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi dan saling terhubung. Menurutnya, tingkat konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta saat ini sudah sangat tinggi. 

“92 persen itu adalah TransJakarta secara keseluruhan, konektivitas, terhubungnya. Pemanfaatannya mungkin ya, 23,4 persen," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). 

Baca juga : Kurangi Risiko Banjir, Pramono Andalkan Operasi Modifikasi Cuaca

Meski konektivitas dinilai sudah memadai, Pramono mengungkapkan, tingkat pemanfaatan transportasi umum secara berkelanjutan oleh masyarakat masih belum optimal. 

“Nah saya ingin meningkatkan ini supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan apa, angkutan umum yang dimiliki oleh Pemerintah Jakarta itu secara terus-menerus," tegas Pramono. 

Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan kendaraan pribadi, termasuk dengan memanfaatkan fasilitas kantong parkir (park and ride) sebelum beralih ke transportasi umum. 

Baca juga : Langkah Pramono Anung Tepat Dan Paling Realistis

“Kan masih banyak yang kemudian berangkat ke kantor naik kendaraan pribadi atau menitipkan kendaraan pribadi di park and ride dan kemudian dia menggunakan transportasi umum, kemudian dia kembali lagi ke transportasi pribadi," imbuhnya. 

Pramono optimistis, jika target 30 persen penggunaan transportasi umum secara konsisten dapat tercapai, maka dampaknya akan sangat signifikan terhadap pengurangan kemacetan di Jakarta. Hal ini menjadi fokus utama Pemprov DKI dalam membenahi ekosistem transportasi publik di masa jabatannya.

"Saya inginnya kalau masyarakat kita sudah menggunakan katakanlah 30 persen secara terus-menerus, secara signifikan, itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.