Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
BI DKI: Strong Leadership Ala Pramono Dukung Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
Selasa, 10 Februari 2026 07:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta Iwan Setiawan menyatakan bahwa kepemimpinan yang kuat dari kepala daerah menjadi salah satu indikator kebangkitan ekonomi Jakarta yang sempat berada di bawah 5 persen.
"Kenapa DKI bisa keluar dari koreksi pertumbuhan ekonomi yang dalam pada saat itu sampai 4,9 persen kemudian naik menjadi 5,71 persen, salah satu yang utama karena DKI Jakarta punya strong leadership (kepemimpinan kuat)," kata Iwan seperti dikutip Antara, Selasa (10/2/2026).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada saat terjadi kerusuhan pada akhir Agustus 2025 sempat menunjukkan koreksi yang dalam, di mana berada pada kisaran 4,9 persen.
Baca juga : Airlangga Paparkan Tiga Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Di UGM
Akan tetapi, kata Iwan, berkat kepemimpinan yang kuat dari Gubernur Pramono Anung membuat perekonomian kembali menguat.
Ia menjelaskan bahwa indikator tersebut dapat dibuktikan ketika terjadi kerusuhan, di mana Gubernur Pramono saat itu mengambil kebijakan dengan tetap mengadakan hari bebas kendaraan bermotor, sehingga masyarakat tetap beraktivitas setelah terjadi kerusuhan.
Selain itu, kampanye "Jaga Jakarta" yang dilakukan Pemprov DKI juga menjadikan investor, masyarakat, dan pelaku usaha tetap beraktivitas sehingga perekonomian kembali berputar dengan cepat.
Baca juga : Jadi Wamenkeu, Juda Agung Siap Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
"Dari sisi keamanan, kita punya garansi dari pemimpin, sehingga ekonomi itu mudah dan cepat bergerak," ujarnya.
Dengan keamanan yang terjamin, kata Iwan, maka industri, dunia usaha, UMKM, serta pelaku ekonomi lainnya berani bergerak lebih cepat, sehingga pertumbuhan ekonomi di Jakarta yang menjadi barometer nasional dapat kembali melesat.
"UMKM bergerak, makan minum, fesyen, transportasi bergerak, media bergerak, semua itu menyebabkan geliat ekonominya cepat," katanya.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Kisaran 5,3%
Ia menambahkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada triwulan keempat pertumbuhan ekonomi Jakarta di atas nasional dengan angka 5,21 persen pada 2025.
"Kita patut bersyukur ketika Jakarta tumbuh, maka bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya