Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Genjot Pasokan Sapi Nasional, Dharma Jaya Siapkan Sentra Peternakan Terpadu
Jumat, 6 Maret 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya menyiapkan pembangunan kawasan peternakan terpadu di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kawasan ini akan menjadi pusat penggemukan sapi, rumah potong hewan (RPH), hingga fasilitas penyimpanan daging (cold storage).
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, pembangunan fasilitas di Ciangir menjadi solusi atas keterbatasan lahan kandang yang saat ini dimiliki perusahaan daerah tersebut.
“Kalau dengan kondisi Dharma Jaya yang sekarang, kita cuma bisa mendatangkan sekitar 590 ekor sekali pengiriman. Bukan karena takut tidak laku, tapi karena tempatnya tidak ada,” ujar Raditya di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Raditya menambahkan, saat ini Dharma Jaya sebenarnya memiliki lahan seluas 12 hektar di Serang, Banten yang dapat menampung hingga 5.000 ekor sapi.
Namun, peruntukan lahan tersebut telah berubah sehingga tidak lagi dapat digunakan untuk pengembangan kandang. Akibatnya, kapasitas penampungan sapi menjadi terbatas.
Pada 2026 Dharma Jaya mendapat kuota impor sapi sebanyak 7.500 ekor dari Kementerian Pertanian (Kementan).
Baca juga : Komisi IV: Perlu, Peta Jalan Kebutuhan Garam Konsumsi
“Target saya sebenarnya 10 ribu ekor tahun ini. Tapi kuota yang diberikan Kementan 7.500. Dengan kondisi sekarang, kita belum bisa memaksimalkan karena keterbatasan kandang,” kata Raditya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dharma Jaya menyiapkan lahan baru di Ciangir. Dari total sekitar 100 hektar lahan yang tersedia, sekitar 70 hektar masih dapat dimanfaatkan.
Sekitar 20 hektare lahan sudah digunakan untuk Lapas asimilasi, sementara sebagian kecil lainnya direncanakan untuk kebutuhan BUMD lain.
“Dari 70 hektar yang tersisa itu, kita rencananya menggunakan sekitar 40 hektar untuk pembangunan kandang dan fasilitas pendukung,” ujar Raditya.
Pada tahap awal, Dharma Jaya akan membangun kandang penggemukan sapi serta gudang pengolahan pakan.
Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi sentra peternakan terpadu. Di dalamnya akan dibangun RPH modern, fasilitas cold storage, hingga pengolahan pakan ternak dalam satu kawasan.
“Ke depan konsepnya integrated. Jadi di sana ada kandang, ada rumah potong hewan, ada cold storage, dan fasilitas pengolahan pakan,” ujarnya.
Baca juga : Hari Bersih Nasional 2026, Artha Graha Peduli Gelar Gerakan ASRI Serentak
Raditya menambahkan, RPH Dharma Jaya yang saat ini berada di Cakung berpotensi dipindahkan ke Ciangir. Langkah ini dipertimbangkan karena kawasan Jakarta sudah semakin padat permukiman.
“Kalau di Jakarta kan sudah terlalu ramai. Di Ciangir lokasinya lebih jauh dari pemukiman, jadi lebih ideal,” ujarnya.
Saat ini, pengembangan kawasan peternakan Ciangir masih dalam tahap administrasi. Dharma Jaya telah menyiapkan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan tengah melengkapi dokumen untuk diajukan kepada Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).
Raditya berharap izin pembangunan dapat diperoleh setelah Idul Adha tahun ini sehingga pembangunan kandang bisa segera dimulai.
“Kalau izinnya sudah keluar, pembangunan kandang itu sekitar enam bulan saja. Target kita sebenarnya akhir tahun sudah bisa mulai dioperasikan,” ungkapnya.
Dengan adanya fasilitas baru di Ciangir, Dharma Jaya optimistis kapasitas penggemukan sapi dapat meningkat signifikan.
Jika sebelumnya hanya mampu menampung sekitar 500 ekor per pengiriman, ke depan kapasitasnya ditargetkan bisa mencapai 1.000 ekor.
Baca juga : Menkop Dorong Tingkatkan Daya Tawar Petani Tembakau Madura
Selain sapi, sebagian lahan juga disiapkan untuk pengembangan peternakan kambing dan domba.
Langkah ini sekaligus mengantisipasi rencana pemotongan dam haji di Indonesia yang tengah dibahas pemerintah.
“Kalau nanti pemotongan dam untuk jamaah haji bisa dilakukan di Indonesia, tentu kebutuhannya besar. Kita ingin menyiapkan infrastrukturnya dari sekarang,” jelasnya.
Raditya menambahkan, lokasi Ciangir dinilai cukup ideal untuk pengembangan peternakan. Selain aksesnya dekat dengan tol BSD, kondisi lingkungan dan cuacanya juga dinilai mendukung untuk penggemukan sapi.
“Secara kondisi tidak berbeda dengan di Serang. Bahkan lebih dekat aksesnya. Jadi secara operasional justru bisa lebih efisien,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya