Dark/Light Mode

Hadapi Ancaman El Nino Godzilla

DPRD DKI Ingatkan Air Bersih Dan Pangan Harus Aman

Selasa, 21 April 2026 07:33 WIB
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike. Foto: DPRD
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike. Foto: DPRD

RM.id  Rakyat Merdeka - Prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal potensi El NinoGodzilla” pada pertengahan 2026 bikin waspada. Ancaman kemarau panjang mengintai, dampaknya bisa merembet ke mana-mana, dari krisis air bersih sampai ketahanan pangan.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengingatkan Pemprov DKI agar tidak lengah. Menurutnya, ancaman ini bukan sekadar isu lingkungan, tapi juga tantangan serius bagi kehidupan warga Jakarta.

“Di luar permasalahan lingkungan yang ada, kita juga menghadapi ancaman faktor alam, yakni El Nino yang cukup ekstrem. Ini harus diantisipasi bersama, karena tantangan kita bukan hanya fiskal, tetapi juga kondisi alam,” ujar Yuke, Selasa (21/4/2026).

Baca juga : Hadapi Geopolitik Global dan El Nino, Pemprov DKI Siapkan Relaksasi Pajak

Politisi PDIP itu menegaskan, dampak El Nino kuat berpotensi memicu kemarau panjang. Jika tak diantisipasi, kondisi ini bisa mengganggu pasokan air bersih dan stok pangan di Ibu Kota.

Karena itu, dia meminta Pemprov DKI menyiapkan langkah strategis sejak dini. Mulai dari menjaga ketersediaan pangan hingga memperkuat kerja sama dengan daerah penyangga untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman.

Tidak hanya Pemerintah, Yuke juga mengajak masyarakat ikut bersiap. Warga diminta mulai berhemat air, mengatur konsumsi kebutuhan pokok, serta meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Baca juga : Pansus Gaspol, DPRD DKI Bidik Kebocoran Dan Parkir Liar

“Kesiapan masyarakat jadi kunci, karena kita tidak tahu pasti berapa lama fenomena ini berlangsung,” tegasnya.

Di sisi lain, Yuke mendorong langkah mitigasi lingkungan terus digencarkan. Seperti pembuatan biopori, sumur resapan, hingga optimalisasi ruang terbuka hijau. Penanaman pohon juga dinilai penting untuk menjaga cadangan air tanah saat kemarau.

Mengacu pada prediksi BMKG, sebelum puncak El Nino, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Karena itu, koordinasi lintas instansi harus diperkuat.

Baca juga : Gus Ipul Pastikan Bersih Dan Bebas Praktik KKN

“Pemprov sudah menginstruksikan sinergi dengan BMKG. Semua langkah antisipasi harus disiapkan dari sekarang,” katanya.

Dia juga mengingatkan potensi meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau. Untuk itu, kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran perlu ditingkatkan, termasuk opsi modifikasi cuaca jika diperlukan.

“Yang terpenting, semua pihak harus siap. Baik pemerintah maupun masyarakat, supaya dampak kemarau panjang bisa ditekan,” tandasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.