Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pramono Klaim Warga Setuju Tarif TransJakarta Blok M-Soetta Dipatok Rp 15 Ribu
- 7.643 Personel Gabungan Siap Amankan Zikir & Doa Kebangsaan di Monas
- Hoegeng Awards 2026, Kapolri: Teladani Hoegeng Lahirkan Polisi Berintegritas
- Kemenhaj: Sanksi Travel Nakal, Dicabut Izinnya Hingga Dipidana
- Wuling Aira EV Debut Di GIIAS, Dibanderol Mulai Rp 155 Juta
Optimalkan Pilah Sampah, Per 1 Agustus 2026 DKI Cuma Kirim Sampah Residu ke Bantargebang
Kamis, 30 Juli 2026 17:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Jakarta dapat dioptimalkan untuk mengolah sampah sebelum dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Melalui langkah tersebut, mulai 1 Agustus 2026 hanya sampah residu yang akan dibawa ke Bantargebang, sementara sampah yang masih memiliki nilai guna akan dipilah dan diolah di TPS 3R.
"Kalau dulu TPS 3R hanya menampung sampah saja, sekarang yang seperti saya sampaikan tadi, yang dirubah menjadi pilah-angkut-olah seluruh TPS 3R," kata Pramono di TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026).
Baca juga : Perkuat Gerakan Pilah Sampah, Pramono Tindak Tegas Pembuang Sampah ke Sungai
Pramono menjelaskan, perubahan sistem pengelolaan sampah tersebut merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026. Melalui kebijakan itu, pola pengelolaan sampah di Jakarta berubah dari sistem "angkut-buang" menjadi "pilah-angkut-olah".
"Kalau itu bisa dilakukan, maka mengurangi cukup signifikan jumlah sampah yang harus dikirim ke Bantar Gebang sampai menunggu pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah yang ada di Jakarta," jelasnya.
Selain mengandalkan optimalisasi fasilitas yang ada, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing).
Baca juga : DPR Minta Kemenhub Update Regulasi Perlintasan Sebidang
"Maka dengan demikian, creative financing yang seperti ini, kerja sama swasta dengan Pemerintah DKI Jakarta yang saling memberikan manfaat akan kami teruskan dan kami membuka diri untuk itu," ujar Pramono.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat beberapa titik TPS 3R yang tersebar di Jakarta. Namun, seluruh fasilitas tersebut belum beroperasi secara optimal.
"Untuk TPS 3R di 2026 ini ada yang tercatat kita kurang lebih hampir 31 titik Pak. Nah, 31 titik ini memang belum optimal semua bekerjanya. Jadi model seperti di Mentas (Menteng Atas) ini yang akan kita lakukan," tutur Dudi.
Baca juga : DPRD Targetkan RDF Rorotan Pangkas 2.000 Ton Sampah Ke Bantargebang
Dudi menjelaskan bahwa pada tahun depan Pemprov DKI Jakarta belum berencana menambah jumlah TPS 3R baru. Fokus pemerintah adalah meningkatkan kapasitas seluruh TPS 3R yang telah tersedia agar masing-masing mampu mengolah hingga sekitar 100 ton sampah per hari.
"Kalau untuk tahun depan, kita belum ada tambah baru Pak, tapi mengoptimalkan yang ada. Jadi kalau misalnya 31 itu bisa 100 ton, satu bisa 3.000 (ton per hari)," katanya.
Optimalisasi TPS 3R diharapkan mampu menekan volume sampah yang setiap hari dikirim ke TPST Bantargebang. Langkah tersebut juga menjadi solusi sementara hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Jakarta dapat direalisasikan sebagai bagian dari pengelolaan sampah berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya