Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
DPRD Targetkan RDF Rorotan Pangkas 2.000 Ton Sampah Ke Bantargebang
Sabtu, 13 Juni 2026 18:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta mendorong optimalisasi operasional RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara.
Fasilitas pengolahan sampah modern itu diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menerima sekitar 9.000 ton sampah per hari dari Ibu Kota.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan mengatakan, RDF Rorotan merupakan salah satu instrumen penting dalam strategi pengurangan volume sampah yang dikirim ke Bantargebang.
Karena itu, Pansus melakukan peninjauan langsung ke fasilitas RDF Plant Rorotan di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, untuk melihat sejauh mana kesiapan operasional serta mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi.
“Hari ini Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta hadir di RDF Rorotan. Ini adalah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta untuk mengurangi sampah yang selama ini dikirim ke Bantargebang,” ujar Judistira, Sabtu (13/6/2026).
Dari hasil peninjauan, DPRD menargetkan RDF Rorotan dapat mengolah antara 1.500 hingga 2.000 ton sampah per hari dalam waktu satu tahun ke depan. Menurut Judistira, target tersebut sangat realistis mengingat kapasitas fasilitas yang tersedia cukup besar.
Baca juga : 153 Pasar Jakarta Wajib Pilah Sampah, Target Kurangi 500 Ton ke Bantargebang
RDF Rorotan memiliki tiga lini pengolahan dengan kapasitas masing-masing sekitar 800 ton sampah per hari atau total mencapai 2.400 ton per hari. Saat kunjungan berlangsung, dua lini pengolahan beroperasi normal, sementara satu lini lainnya sedang menjalani perawatan berkala.
“Nah, tentu hari ini Pansus hadir untuk mencari tahu apa kendalanya. Kami berharap dalam satu tahun ke depan RDF Rorotan bisa maksimal mengolah sampah paling tidak 1.500 sampai 2.000 ton per hari,” katanya.
Politisi Golkar itu menegaskan, hambatan utama yang ditemukan bukan berasal dari mesin maupun teknologi pengolahan sampah. Menurutnya, persoalan terbesar justru berada pada faktor eksternal, terutama akses infrastruktur menuju lokasi RDF Rorotan.
“Kelihatannya kendalanya lebih kepada faktor eksternal. Salah satunya infrastruktur yang perlu segera dibenahi,” ucapnya.
Karena itu, DPRD akan mendorong Dinas Bina Marga DKI Jakarta mempercepat penanganan ruas jalan di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT) yang menjadi jalur utama armada pengangkut sampah menuju RDF Rorotan.
Menurut Judistira, akses jalan yang memadai akan memperlancar distribusi sampah dari berbagai wilayah Jakarta ke fasilitas pengolahan tersebut.
Baca juga : Jaga Ketahanan Pangan, PKS Aceh Dorong Qanun Lahan Pertanian
“Dalam rapat kerja nanti kami akan meminta Dinas Bina Marga segera menangani ruas jalan yang menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Utara agar armada pengangkut sampah bisa memiliki akses yang lebih baik,” katanya.
Selain persoalan jalan, Pansus juga mencatat aspirasi masyarakat terkait kondisi armada pengangkut sampah yang melintas menuju RDF Rorotan.
Warga menginginkan penggunaan armada khusus berupa truk kompaktor tertutup agar tidak menimbulkan bau menyengat maupun kebocoran air lindi yang selama ini kerap dikeluhkan.
“Memang masyarakat cukup keras ketika yang datang truk-truk yang sudah uzur. Air lindinya menetes di jalan dan menimbulkan gangguan. Karena itu warga meminta armada yang masuk benar-benar menggunakan truk kompaktor khusus,” ujarnya.
Judistira menegaskan, optimalisasi RDF Rorotan menjadi penting karena Jakarta masih membutuhkan solusi jangka menengah sebelum proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy dapat beroperasi.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik yang direncanakan bersama pemerintah pusat dan Danantara masih membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan.
Baca juga : Dukung Penerapan EPR, Unicharm Edukasi Pilah Sampah di Karawang
“Kita tahu sekitar tiga tahun ke depan baru akan dibangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di beberapa titik. Karena itu fasilitas yang ada sekarang harus dimaksimalkan,” katanya.
Selain RDF Rorotan, DPRD juga mendorong optimalisasi berbagai sarana pengelolaan sampah lainnya, seperti RDF Bantargebang, Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air, hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.
“Ada beberapa instrumen yang akan kami maksimalkan. RDF Rorotan, RDF Bantargebang, UPK Badan Air, hingga TPS 3R yang jumlahnya sekitar 61 lokasi di seluruh DKI Jakarta. Semua harus dimaksimalkan untuk menyerap sampah dari masyarakat,” tandasnya.
Dengan optimalisasi seluruh fasilitas yang tersedia, DPRD berharap volume sampah yang dikirim ke Bantargebang dapat terus ditekan sehingga pengelolaan sampah Jakarta menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya