Dark/Light Mode

Dari Jakarta ke New York, PAM Jaya Bawa Pengalaman Jakarta ke Forum Global

Rabu, 23 September 2026 19:22 WIB
Private CEO Roundtable, bagian dari rangkaian 81st United Nations General Assembly (UNGA). (Foto: Dok. PAM Jaya)
Private CEO Roundtable, bagian dari rangkaian 81st United Nations General Assembly (UNGA). (Foto: Dok. PAM Jaya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengelolaan air minum perpipaan Jakarta dibawa ke forum bisnis global di New York, Amerika Serikat.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang diminta memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO Roundtable, bagian dari rangkaian 81st United Nations General Assembly (UNGA).

Forum yang mempertemukan para chief executive officer (CEO) dan pemimpin bisnis dunia itu membahas sejumlah isu strategis, salah satunya investasi sektor air yang dinilai berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, hingga pembangunan infrastruktur.

Arief mengatakan, kehadiran PAM Jaya di forum tersebut atas undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates (UAE) selaku penyelenggara.

"PAM Jaya hadir atas undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates (UAE) selaku penyelenggara acara tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di Jakarta," ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Dalam forum itu, PAM Jaya memaparkan kebutuhan pengembangan layanan air minum perpipaan Jakarta, termasuk target cakupan layanan 100 persen pada 2029.

Baca juga : Kontaminasi Air Laut Ganggu Layanan Air Bersih PAM di Jakbar dan Jakut

"PAM Jaya menargetkan 100 persen cakupan layanan di tahun 2029 dengan target pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer," kata Arief.

Menurut dia, perluasan jaringan air perpipaan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap air tanah dan menekan penurunan muka tanah, sekaligus memperkuat ketahanan Jakarta menghadapi perubahan iklim.

Arief menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan investasi yang besar, terutama untuk revitalisasi jaringan perpipaan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade.

"Kebutuhan investasi menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. PAM Jaya terus mendorong revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW)," katanya.

Selain soal jaringan dan investasi, PAM Jaya juga membuka penjajakan di sektor water cooling untuk mendukung kebutuhan pusat data atau data center.

Peluang ini dinilai relevan dengan pertumbuhan industri berbasis teknologi dan infrastruktur digital di Jakarta.

Baca juga : PAM Jaya Pastikan Kualitas dan Ketersediaan Air Terus Terjaga

PAM Jaya juga menjajaki skema creative financing dengan sejumlah pemimpin bisnis.

Pendekatan tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan investasi dan pembangunan infrastruktur air.

Arief mengatakan, pengalaman Jakarta menunjukkan layanan air minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota merupakan hal yang saling berkaitan.

Karena itu, pengembangan layanan air harus ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan kota berkelanjutan.

Transformasi pengelolaan PAM Jaya juga turut menjadi bagian dari pengalaman yang dibagikan dalam forum tersebut.

Di antaranya melalui pemanfaatan teknologi seperti smart water meter, integrated billing system, dan enterprise resource planning (ERP) untuk meningkatkan efisiensi, akurasi data, dan kualitas pengambilan keputusan.

Baca juga : Hari Pelanggan Nasional, PAM Jaya Gratiskan Suplai Air Istiqlal Selama Setahun

"Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental," ujar Arief.

Bagi PAM Jaya, keterlibatan dalam rangkaian 81st UNGA menjadi kesempatan membawa pengalaman Jakarta ke tingkat internasional, sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku sektor air serta pemimpin bisnis global.

Penjajakan di bidang water cooling untuk kebutuhan data center dan creative financing menjadi bagian dari upaya PAM Jaya memperluas dukungan investasi, sembari terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan untuk Jakarta. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.