Dark/Light Mode

Tinjau SPAM Jatiluhur, DPRD DKI Dukung PAM Jaya Tekan Kebocoran Air

Selasa, 21 Juli 2026 21:28 WIB
Peninjauan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa 21/7/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)
Peninjauan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa 21/7/2026). (Foto: Dede Iswadi Idris/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung langkah PAM JAYA menekan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) guna meningkatkan layanan air minum perpipaan bagi warga Jakarta.

Namun, investasi besar untuk mengganti jaringan pipa tua diminta dihitung secara cermat agar tidak membebani keuangan perusahaan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh usai meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, serta Distribution Center Cilincing, Jakarta Utara.

Nova mengatakan, kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut rapat kerja Komisi B bersama PAM JAYA yang membahas strategi penurunan NRW.

Baca juga : Tinjau RSUD Jambi, Wapres Pastikan Penguatan Layanan Kesehatan Berlanjut

"Dari penjelasan tadi, kami mendapat gambaran bahwa NRW bukan hanya disebabkan pipa bocor. Ada tiga kategori yang harus ditangani, yakni konsumsi resmi tak berekening, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik," ujar Nova, Selasa (21/7/2026).

Menurut politisi Partai NasDem itu, selama ini masyarakat kerap menganggap kehilangan air hanya disebabkan kebocoran pipa. Padahal, masih ada faktor lain yang ikut mempengaruhi tingginya angka NRW.

Nova mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan PAM Jaya untuk menekan tingkat kehilangan air.

Salah satunya melalui pembangunan reservoir berkapasitas 5 juta liter di Pondok Kopi dan 20 juta liter di Cilincing yang akan memperkuat cadangan pasokan air bagi Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Baca juga : PAM Jaya Tegur Dan Desak PT Moya Tanggung Jawab

"Reservoir ini menjadi backup pasokan air sehingga distribusi ke pelanggan lebih terjamin, khususnya di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara," katanya.

 "Sambungan rumah harus terus dipercepat. Jangan sampai air sudah tersedia, tetapi belum tersalurkan ke masyarakat. Itu juga menjadi bagian dari upaya menurunknanya," ujar Nova.

Nova menambahkan, masyarakat di sejumlah wilayah Jakarta Selatan, termasuk Jagakarsa, masih menunggu perluasan layanan air perpipaan. Karena itu, ia berharap pengembangan jaringan dapat segera direalisasikan.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, penurunan NRW menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Mengacu pada ketentuan Komite Nasional Pengelolaan Air Minum, kehilangan air dibagi dalam tiga kategori, yakni konsumsi resmi tak berekening, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik.

Baca juga : DPD Dukung Presiden Benahi Tata Kelola Ekonomi Nasional

Menurut Arief, PAM Jaya tengah menyiapkan market sounding untuk program penggantian jaringan pipa secara bertahap. Nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 22,8 triliun.

"Kami harus menghitung secara cermat karena kebutuhan investasinya sangat besar. Jangan sampai keinginan mempercepat penggantian pipa justru berdampak pada kondisi keuangan perusahaan," ujarnya.

Dia menegaskan, PAM Jaya akan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar program penurunan NRW dapat berjalan efektif tanpa mengganggu kesehatan keuangan perusahaan.

"Kami ingin target penurunan NRW tercapai dengan tetap menjaga keberlanjutan keuangan perusahaan sehingga pelayanan kepada masyarakat terus meningkat," pungkas Arief.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.